Laporan Anfister Materi dan Metoda
BAB
III
MATERI DAN METODA
MATERI DAN METODA
3.1.
Waktu dan Tempat
Adapun waktu dan
tempat dilaksanakan praktium Anatomi dan Fisiologi Ternak yaitu pada hari Kamis,
2016 pukul 15.00 s/d selesai, yang bertempat di Laboratorium Fakultas
Peternakan Universitas Jambi.
3.2.
Materi
Adapun
materi atau alat dan bahan yang di gunakan dalam praktikum Fisiologi
Kardiovaskuler adalah pratikan, stestoskop, sphygmomanometer, kursi, stopwat.
Pada
praktikum Anatomi dan Fisiologi Ternak 2016 dengan judul besar fisiologi ginjal
dan mempunyai 2 sub judul yaitu :
Adapun alat dan bahan yang digunakan Analisa
Urine Secara Fisik adalah urin sapi bali, sapi pedet, sapi perah, kambing kacang,
kambing PE, sapi ongole, kuda, kerbau, sapi simental limosin, urin praktikan,
urinometer, pH strip, kertas lakmus, gelas piala dan gelas ukur.
Pengaturan
Osmolaritas Ginjal,pada praktikum ini membutuhkan alat dan bahan diantaranya
Urin praktikan, NaCl kristal, sitras cafein, KCrO4 20 %, AgNO3
2,9 %, urinometer, gelas piala, gelas ukur, tabung reaksi, pipet Pasteur.
Adapun alat dan bahan yang di gunakan dalam praktikum ini adalah 3
ekor katak setiap kelompok kecilnya, akuades, H2SO4, asam
sulfat, alat disseksi, tali, papan, penjepit, stopwatch, beker glas, kucing,
lampu senter, dan kain penutup mata ( kain Hitam ).
Praktikum Anatomi dan Fisiologi
Ternak 2016 dengan judul fungsi endokrin membutuhkan alat dan bahan diantaranya spuit, urin wanita
hamil (3-4 bln) atau wanita diduga hamil, katak jantan, cover glass, object
glass dan mikroskop.
3.3.
Metoda
Adapun
tahapan-tahapan yang dilakukan pada praktikum Fisiologi Kardiovaskuler yaitu cuff dililitkan pada lengan atas dan
stetoskop ditempelkan dibagian cuff tepat pada pembuluh darah dilengan,
kemudian cuff dipompa sampai kira-kira diatas tekanan sistolik. Tekanan pada
cuff yang tinggi akan menyebabkan aliran pada arteri terhenti, kemudian secara
perlahan tekanan pada cuff dikurangi. Pada saat ini aliran darah akan mengalir
cepat dan tiba-tiba sehingga akan menghasilkan suatu getaran atau suara yang
bisa didengarkan dengan stetoskop. Pada penurunan tekanan cuff selanjutnya
masih akan tetap terdengar getaran atau suara sampai pada saat akan berhenti sama
sekali. Pada saat berhentinya suara disebut tekanan diastolik darah.Letakkan
stetoskop didada bagian kiri praktikan.Dengan menggunakan stetoskop dengarkan
suara jantung praktikan.Pada test Scheneider praktikan bersandar santai selama
5 menit,kemudian ukur denyut nadi dan ulangi sampai 2 kali selam 15 detik 15
detik, kemudian berdiri santai selama 2 menit,kemudian ukur denyut nadi sama
seperti diatas, selanjutanya berdiri diatas kursi atau bangku 50 cm selama 2
menit kemudian hitung denyut nadi anda,selanjutnya tetap berdiri atas kursi
tapi dengan kaki secara bergantian satu per satu,dan hitung denyut nadi selama
15 detik.kemudian hitung lah sesuai rumus yang digunakan. 15 detik 1 + 15 detik
2 X 2.Pada test Harvard Step cara lambat dan cara cepat praktikan melakukan
kegiatan naik turun bangku maksimal selama 5 menit. Kemudian hitung denyut nadi
berturut-turut dari 1 menit sampai 1 menit 30 detik, dari 2 menit sampai 2
menit 30 detik dan dari 3 menit sampai 3 menit 30 detik. Selanjutnya kemampuan
fisik praktikan dihitung dengan menetapkan angka indeks kemampuan fisik (AIK)
dengan menggunakan rumus cara lambat dan rumus cara cepat.
Pada praktikum
Fisiologi Syaraf kali ini ada beberapa yang harus dilaksanakan pengamatan
fungsi bagian-bagian dari otak katak,sifat aksi refleks pada katak,sifat
refleks pada manusia, dan sifat-sifat refleks pada kucing. Untuk pengamatan
fungsi bagian-bagian dari otak katah cara yang harus di laksankan adalah
lakukan pengamatan pada katak normal yang meliputi siakap badan,gerakan-gerakan
spontan,keseimbangan badan (refleks bangkit),kemampuan berenang, frekwensi
nafas (amati gerakan bagian dasar mulut),dan frekwensi denyut jantug. Kemudian
untuk katak Decebrerasi, potong lah
Otak katak yaitu
pada bagian belakang mata (anterior dari thalamus) secara melintang menurut
suatu garis yang menghubungkan tepi-tepi anterior dari kedua gendang katak
bebas dari keadaan schock,kemudian reaksi-reaksi seperti pada katak normal
tersebut. Dan untuk katak spinal russakkan dan medulla oblongata dengan
menusukkan kawat penusuk otak kira-kira 1 cm ke belakang dati tempat
decebrasi.putarkan kawatnya untuk merusak tenunan syarafnya. Berikan waktu
untuk kembali dari keaadaan shock dan catat reaksi-reaksinya pada table yang
telah disediakan.
Untuk sifat aksi
refleks pada katak hal pertama yang harus dilakukan adalah pengamatan pada
katak normal yang meliputi sikap badan, gerakan-gerakan spontan, frekwensi
nafas dan denyut jantung, kondisi kelopak mata (sinar mata), keseimbangan
(letakkan bagian punggung katak pada papan,amati refleks membalik / bangkit),
reaksi terhadap pengankatan tiba-tiba ( letakkan katak diatas papan).,reaksi
terhadap pemutaran papan dengan katak diatasnya,cara mengambang dan berenang
diatas air. Setelah itu untuk hambatan terhadap refleks-refleks pada katak
normal yaitu dengan mengikat dengan tali erat-erat pada masing-masing kedua
kaki depan katak yang dipakai pada percobaan A. Ulangi prosedur pada A.
Catatlah hasilnya dan terangkan .Lepaskan tali-biarkan katak kembali pada
keadaan normal,lalu ulangi prosedur pada A,apakah fungsi yang hilang kembali
lagi? catatlah hasil dan terangkan lah. Selanjutnya katak spinal , russakkan
otak (cerebellum dan medulla oblongata) katak yang dipakai pada B,amati segera
reaksi-reaksi seperti pada prosedur A. Dari pengamatan saudara reaksi-reaksi
manakah yang diatur oleh cerebellum dan medulla oblongata. Sedangkan untuk refleks-refleks sederhana,awalnya
gantunglah katak yang dipakai untuk C melalui rahang bawah. Cubitlah
sedang-sedang salah satu jari kakinya denagn penjepit, Catatlah
reaksi-reaksinya,jika sudah kembali tenang ulangilah dengan lebih kuat
,catatlah hasilnya,jika reaksinya terjadi pada sebelah badan yang sama disebut
homolateral,jika disebelah badan yang berlawanan disebut heterolateral.
Selanjutnya
untuk intensitas rangsangan, ambillah katak dan buatlah katak spinal kemudian
gantungkan pada kait. Siapkan jam untuk penentu waktu refleks (interval antara
pemberian rangsangan dengan reaksi). Sediakan tempat berisi air untuk mencuci
zat kimia perangsang pada katak. Celupkan sebelah kaki belakang ke dalam beker
glass yang berisi 0,2% H2S04,hitunglah
detik-detik sejak pemberian rangsangan hingga dimulainya reaksi juga catatlah
sifat dan reaksinya. Cucilah kakinya segera,tunggu 5 menit dan ulangi percobaan
,ratakan kedua hasil tersebut. setelah menunggu 5 ,ulangi lagi dengan memakai
0,4% asam sulfat . Ulangi kembali prosedur tersebut bandingkan hasil tersebut
dan rata-ratakan.
Untuk sifat
refleks pada manusia cara pertama untuk refleks pupil mengamati refleks pupil
pada saat menerima cahaya dan ditutup salah satunya apakah berubah dengan
serentak atau tidak. Refleks akomodasi Fokuskan mata terhadap cahaya dalam
jarak 5 meter ,amati ukuran pupil,tanpa merubah intensitas cahaya,dekatkan
sumber cahaya dan amati perubahan pupil apa efeknya. Refleks cornea (blink)
Gerakkan tangan didepan hadapan anda apa respon yang terjadi. Untuk refleks
Cilio-spinal Cubitlah tekuk dan perhatikn dilatasi pupil.
Refleks tendon
yaitu refleks patella,tekuklah ligamentum patella sewaktu saudara atau teman
saudara duduk dengan lutut disilangkan. ulangi sekali lagi dengan subjeck
sedang mengepalkan tinju rapat-rapat catatlah reaksi yang terjadi dan
bandingkan antara keduanya. Refleks Achilles, berlututlah pada kursi dengan
bagian kaki bawah tergantung di tepi kursi. Ketok bagian tumit dan perhatikan
tumitnya,catatlah reaksi yang terjadi. Refleks biceps dan triceps letak lengan
bawah diatas meja kemudian angkat lengan tersebut sehingga membentuk kira-kira
90’ dan tangan mengepal sekuat-kuatnya.Cubitlah otot bisepnya dan amati catat
reaksinya. Refleks bersin cobalah bersin ekuat-kuatnya dan amati reaksi kelopak
mata. Reaksi menelan telan luadah dimulut sudara,kemudin mencoba menelan
kembali, coba sekali lagi sementara anda menelan air minum. Pengecapan menentukan lokasi rasa
manis,asin,asam dan pahit dengan jalan mencicipi gula, garam dan bunga pepaya.
Selanjutnya
mempelajari sifat-sifat refleks pada kucing yaitu Reaksi gelap ke terang tutup
kedua mata kucing,setelah dibuka kemudian secara tiba-tiba sorotkan lampu
senter tepat mengenai bola mata kucing tersebut,perhatikan perubahan yang
terjadi pada mata ( pupil) kucing. Reaksi terang ke gelap,sorotkan lampu senter tepat mengenai bola mata
kucing, kemudian matikan lampu senter. Perhatikan perubahan yang terjadi pada
mata kucing.
Pada praktikum Fisiologi Ginjal ini, langkah
kerjanya adalah amati warna, kejernihan, dan bau dari urin masing- masing bahan. Setelah itu catat.
Lalu, untuk mengetahui pH urine.
Cara kerja pada uji kebuntingan ini adalah,
pertama periksa terlebih dahulu apakah kataknya benar-benar katak jantan atau
tidak. Lalu, suntikkan 2-3 ml urin wanita hamil (3-4 bln) atau diduga hamil
kedalam sakus limfatikkus katak jantan. Tunggu sampai 30 menit, jika sudah 30
menit, ambil cairan kloakanya untuk diperiksa ada tidaknya spermatozoa dengan
menggunakan mikroskop. Apa bila terdapat spermatozoa katak, maka hasilnya
adalah positif urin wanita hamil. Apa bila belum ditemukan, maka tunggu sampai
30 menit lagi dan ambil lagi cairan kloakanya dan periksa lagi.
Comments
Post a Comment