Laporan Anfister Pendahuluan

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Ginjal mempunyai fungsi utama, yaitu mengatur meemperahankan konsentrasi ion, air, pH dari cairan tubuh (cairan ekstra sel) agar konstan (homeostatis) dan mengekresikan sebagian besar produk akhir metabolism tubuh.Ginjal terdiri dari dua juta nefron.Nefron terdiri dari glomerulus dan tubulus renalis.Fungsi dasar nefron adalah membersihkan plasma darah dari zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh ketika mengalir melalui ginjal. Zat-zat yang harus dikeluarkan trutama sisa metabolism, seprti ureum, kreatinin, asam urat, dan garam-garam. Selain itu nefron juga berfungsi untuk membersihkan plasma dari zat-zat seperti ion natrium, io kalium, ion klorida, dan ion hydrogen yang cendrung berkumpul didalam tubuh dalam jumlah berlebihan. Proses pembentukan urin diawali ketika darah yang melewati ginjal difiltrasi oleh glumorulus dengan kecepatan 120 mL/ menit, selanjutnya filtrate dialirkan ke tubulus renalis. Komposisi filtrate tubulus renalis ini hamper sam dengan plasma darah kecuali zat yang mempunyai BM lebih besar dari 70000, misalnya protein plasma. Filtrate tersbut dialirkan ke  tubulus proksimalis dan tubulus distalis. Ditubulus distalis ini terjadi reabsorbsi kembali ke sirkulasi darah sisa metabolisme yang toksit dan zat-zat yang tidak diperlukan bersama filtrate disekresikan. Filtrate ini yang disebut urin.
Fungsi utama dari sistem saraf adalah sebagai alat komunikasi tubuh, yaitu mempunyai kemampuan menerima, mengubah rangsangan (stimulasi) menjadi impuls (energi listrik) untuk kemudian menyalurkan ke saraf pusat. Praktikum kali ini mengamati tentang fungsi bagian-bagian otak katak, refleks yaitu refleks pada katak, refleks pada manusia yang berupa refleks mata, refleks cilio – spinal, refleks tendon, refleks bersin, refleks menelan yang ditimbulkan oleh kerja volunteer yang mendorong isi mulut kebelakang pharynk, pengecapan yang merupakan fngsi putik pengecapan pada lidah dan manfaatnya memungkinkan seseorang memilih makanan menurut kesukaannya dan mungkin juga menurut kebutuhan jaringan akan zat gizi tertentu, mempelajari sifat-sifat pada kucing.
Koordinasi dan integrasi fungsi alat-alat tubuh dilaksanakan oleh sistem syaraf (neural) dan sistem endokrin (hormonal). Fungsi utama dari sistem saraf adalah sebagai alat komunikasi tubuh, yaitu mempunyai kemampuan menerima, mengubah rangsangan (stimulasi) menjadi implas (energi listrik) untuk kemudian menyalurkan kesusunan saraf pusat. Secara umum susunan saraf dibagi atas 3 macam yaitu Susunan Saraf Pusat atau Central Nervous System (CNS) yang terdiri dari otak dan sumsum punggung, Susunan Saraf Tepi/Perifer atau Peripheral Nervous System (PNS) yang terdiri dari saraf kranial dan saraf spinal serta ganglianya, Susunan Saraf Otonom (SSO) yang terbagi dua kelompok yaitu Saraf Simpatis dan Saraf Parasimpatis.
          Praktikum kali ini mengamati tentang fungsibagian-bagian otak katak, refleks yaitu refleks pada katak, pada manusia yang berupa refleks mata, cilio-spinal, tendon, bersin, menelan yang ditimbulkan oleh verja volunteer yang mendorong isi mulut kebelakang pharynks, pengecapan yang merupakan fungsi putik pengecapan pada lidah dan manfaatnya memungkinkan seseorang memilih makanan menurut kesukaannya dan mungkin juga menurut kebutuhan jaringan akan zat gizi tertentu, mempelajari sifat-sifat pada kucinng.Saraf adalah bagian dari sistem saraf periferalSaraf aferen membawa sinyal sensorik ke sistem saraf pusat, sedangkan saraf eferen membawa sinyal dari sistem saraf pusat ke otot-otot dan kelenjar-kelanjar. Sinyal tersebut seringkali disebut impuls saraf, atau disebutpotensial akson.
          Sistem saraf pusat (SSP) meliputi otak (Latin: 'ensephalon') dan sumsum tulang belakang (Latin: 'medulla spinalis'). Keduanya merupakan organ yang sangat lunak, dengan fungsi yang sangat penting maka perlu perlindungan.Selain tengkorak dan ruas-ruas tulang belakang, otak juga dilindungi 3 lapisan selaput meninges. Bila membran ini terkena infeksi maka akan terjadi radang yang disebut meningitis.
          Koordinasi dan integrasi fungsi alat-alat tubuh ini dilaksanakan oleh sistem saraf (neural) dan sistem endokrin (hormonal) saraf adalah sebagai alat komonikasi tubuh yaitu mempunyai kemampuan menerima, mengubah rangsangan (stimulasi) menjadi implus (energi listrika) untuk kemudian menyalurkan ke susunan saraf pusat.
          Analisa fungsi tubuh memerlukan berbagai respon cepat, misalnya rangsangan pada otot skelet yang berperan adalah saraf karena laju konduksinya cepat.Secara umum susunan saraf dapat dibagi atas susunan saraf ousat, susunan saraf tepi atau perifer dan susunan saraf otonom.Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan susunan punggung sedangkan susunan saraf tepi terdiri daribagian efferent (keuar dari saraf pusat atau interneuron menuju efektor).Bagian efferent teridiri dari sistem saraf somatik, sistem saraf automatik (saraf simpatik dan saraf aparasimpatik).
          Sistem endokrin, dalam kaitannya dengan sistem saraf, mengontrol dan memadukanfungsi tubuh.Sistem endokrin umumnya bekerja melalui hormone, Hormon mengatur berbagai proses yang mengaturkehidupan. Sistem endokrin mempunyai lima fungsi umum, yaitu Membedakan sistem saraf dansistem reproduktif pada janin yang sedang berkembang, Menstimulasi urutan perkembangan, Mengkoordinasi sistem reproduktif, Memelihara lingkungan internal optimal, Melakukanrespons korektif dan adaptif ketika terjadi situasi darurat.
          Implantasi adalah peristiwa berkontaknya suatu benda asing pada lapidsan endometrium uterus. Secara normal setiap benda asing yang masuk ke dalam tubuh akan mendapat perlawanan dari system homeostasis tubuh. Tetapi dalam peristiwa implantasi tidak terjadi penolakan  atas blastocyst atau implant tersebut. Ini berarti bahwa untuk memungkinkan terjadinya implantasi, tubuh harus menyiapkan diri untuk menerima blastosyst tadi. Salah satu yang telah diketahui adalah dihasilkannya satu atau sejumlah hormon yang bekerja pad uterus menyebabkan uterus ada berada dalam status siap menerima blastocyst. Pada manusia dikenal adanya hormon Human Chrorionic Gonadotropin (HCG) yang diproduksi pada suatu usia kehamilan masih dini (antara 35 sampai89 hari) setelah konsepsi. Pada kuda dihasilkan hormon Pregnant Mare Serum Gonadotropin (PMSG) mulai hari ke 50 sampai ke 100 setelah kopulasi.Karena kedinian sekresi hormon-hormon ini, identifikasi HCG atau PMSG dijadikan dasar berbagai uji kehamilan seperti uji Galli Manini, Gravindex, Prognosticon, Ascheim Zondek dan sebagainya.Pada hewan, berbagai uji untuk menemukan PMSG dalam urin kuda sebagai indikator kebuntingan juga telah dilakukan.Uji Galli Mainini didasarkan kenyataan pada umumnya wanita yang baru hamil/usia kehamilan masih dini, bila air seninya disuntikan pada katak jantan dapat mengekresikan spermatozoa.Namun mekanisme terjadinya ekskresi spermatozoa oleh katak tersebut, belum jelas diketahui.Uji gravindex dan berbagai uji imunologis lainnya didasarkan pada reaksi antigen (HCG) dengan antibody terhadap HCG.Kondisi reaksi dibuat sedemikian rupa agar hasil reaksi dapat terlihat langsung tanpa harus menggunakan alat-alat tambahan.Biasanya penilaian positif atau negative berdasarkan terdapat tidaknya presipitasi sebagai hasil reaksi antigen anti body tersebut.
          Sedangkan untuk uji kebuntingan Implantasi adalah pristiwa berkontaknya suatu benda asing pada lapisan endometrium uterus. Secara normal setiap benda asing yang masuk kedalam tubuh akan mendapatkan perlawanan dari system homeostasis tubuh. Tetapi dalam pristiwa implantasi tidak terjadi penolakan atas blastosit atau implantasi tersebut.Ini berarti bahwa untuk memungkinkan terjadinya implantasi, tubuh harus menyiapkan diri untuk menerima blastosit tadi. Uji gali Mainini didasarkan pada kenyataan bahwa pada umumnya wanita yang baru hamil atau usia kehamilan masih dini. Bila air seninya disuntikkan pada katak jantan dapat mengekresikan spermatozoa.Uji ini murah dan mudah untuk dilakukan.Reabilitasnya juga cukup tinggi, namun mekanisme terjadinya eksresi spermatozoa oleh katak tersebut belum jelas diketahui.
          Perubahan-perubahan hormone yang meluas terjadi pada kehamilan dalam usaha untuk mempertanyakan keadaan metabolisme ibu. Ovarium,korteks adrenal janin,plasenta,hipofisis anterior,korteks adrenal ibu dan pancreas terlibat dalam timbulnya perubahan-perubahan hormone ini,yang mempunyai pengaruh mendalam terhadap metabolisme kerbohidrat maupun lipid.Terutama yang penting adalah peningkatan progresif dari sirkulasi estrogen yang pertama kali dihasilkan oleh ovarium hingga minggu ke sembilan dari kehidupan intraurin dan setelah itu oleh plasenta.Adrenal janin mangembangkan dehidroepiandosteron sulfat,steroid precursor untuk estrogen pada akhir pertengahan kehamilan.
Sebagian besar estrogen yang dibentuk oleh plasenta adalah dalam bentuk estriol bebas yang berkonjugasi dalam hevar menjadi glukoronida dan sulfat yang bertambah larut, yang dieksresikan dalam urin.Progestero yang dihasilkan untuk korpus liteum sepanjang kehamilan khususnya selama enam minggu pertama.Trofoblas mensintesis progesterone dari koresterol ibu merupakan penyumbang untama terhadap kadar progesterone plasma yang meningkat secara menetap selama kehamilan.Lactogen plasenta manusia (HPI) juga dikenal sebagai somatomatrofin korionik manusia (HCS) merupakan hormone plasenta lain yang mempengaruhi metabolisme karbohidrat.Hipofisis anterior menyebabkan peningkatan kadar prolaktin dari minggu ke sembilan selanjutnya tegak lurus dengan kadar estrogen,mencapai puncak aterm.Korteks adrenal terlibat dalam peningkatan kadar kortisol bebas secara progresif selama kehamilan.Pada pertengahan atau akhir kehamilan hal ini tidak disebabkan oleh peningkatan sekresi adrenal tetapi karena penurunan dari bersihan metabolic oleh hevar sebagai akibat dari estrogen yang tinggi.
Perubahan hormone pada kehamilan yang mempengaruhi metabolisme pada ibu hamil:Esrtogen,  Progesteron, HPL(HCS) Meningkat secara progresif, Kortisol bebas, Prolaktim bebas.
Tes kehamilan dilakukan untuk mengetahui diagnosa kehamilan berdasarkan pada pendeteksian keberadaan human chorionic gonadotrophin (HCG) pada darah dan urin wanita.HCG diproduksi oleh embrio yang lazimnya tidak ada kecuali bila seorang wanita tersebut hamil.Beberapa test yang paling modern dan canggih dapat mendeteksi kehamilan melalui darah dan urine hanya satu minggu setelah pembuahan,hanya saja belum banyak tersedia. Tes urine dapat dilakukan sendiri dengan alat test yang sudah tersedia di supermarket ataupun apotik.Berupa test pack yang direndam dalam air seni untuk mengetahui terjadinya kehamilan atau tidak,hanya dengan melihat jumlah garis setelah 5 menit perendaman.Test urine memiliki ketepatan 98% namun kesalahan dapat terjadi,dikarenakan test yang terlalu dini dikerjakan, keenceran urine atau kerena terlalu lama disimpan sebelum test,dan urine terkontaminasi dengan zat sabun detergent atau yang lainnya.

1.2 Tujuan dan Manfaat
Praktikum Anatomi dan Fisiologi Ternak yang berjudul fisiologi ginjal ini bertujuan untuk mengetahui status kesehatan ginjal dan tubuh secara umum melalui pemeriksaan urin secara fisik meliputi warna, kejernihan ,bau, derajat keasaman (pH), berat jenis , dan kadar kepadatan urin .Pada pengaturan osmolarotas ginjal bertujuan untuk  mempelajari respon ginjal dan pengaruh minimum terhadap pembentukan urin dan konsentrasi NaCl dalam urin.
Manfaat yang dapat kita peroleh yaitu dapat mengetahui cara melihat respon ginjal dan konsentrasi NaCl dalam urin ,dapat mengetahui cara memeriksa urin secara fisik dan urin normal meliputi warna , kejernihan ,bau, derajat keasaman (pH), berat jenis , dan kadar kepadatan urin.
Adapun tujuan dari praktikum fisiologi syaraf adalah untuk mempelajari fungsi dari bagin-bagian otak katak dengan menghilangkan bagian-bagian otak katak dan mengamati reaksi yang timbul,mempelajari sifat refleks pada katak,mempelajari sifat refleks pada manusia,dan sifat refleks pada kucing.
Manfaat dari praktukum fisiologi syaraf adalah mahasiswa dapat mengamati berbagai reaksi yang timbul jika diberikan perlakuan kepada anggota tubuh katak terutama pada bagian otaknya,mengamati sifat refleks manusia dan sifat refleks pada kucing.
Praktikum Anatomi dan Fisiologi Ternak yang berjudul fungsi endokrin ini bertujuan untuk mengetahui atau mempelajari deteksi kehamilan secara dini tanpa pengamatan klinis anatomis.
Manfaat dari praktikum fungsi endokrin ini adalah mahasiswa dapat mendeteksi kehamilan pada manusia dan kebuntingan pada ternak secara dini tanpa melakukan uji klinis anatomis.


Comments

Popular posts from this blog

Laporan Manajemen Ternak Unggas ( Puyuh )