Laporan Anifister Hasil dan Pembahasan

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.  Fisiologi Kardiovaskular
1. Pemeriksaan Tekanan Darah

Tabel 1. Pemeriksaan Tekanan Darah
Kelompok
Nama
Umur
Jenis Kelamin
Tekanan Darah
1
Rts. Reicca Laranza
19
Perempuan
100/90
2
Ahmad Sumarsono
18
Laki-laki
140/130
3
Rima Cici Yamona
19
Perempuan
120/110
4
Ardian
18
Laki-laki
140/130
5
Rts. Nurul Adhani
19
Perempuan
110/70
6
M. Dimas Padang
18
Laki-laki
120/70
7
Arsalianda R.A.
19
Laki-laki
120/90
8
Revia Dwi A.
18
Perempuan
120/110
9
Arliyoga Pranata
18
Laki-laki
140/130
10
Ayu Rahmadiah
19
Perempuan
110/110

Dari hasil diatas dapat dilihat tekanan darah seseorang berbeda-beda. Menurut (Febrinanda, 2008) Tekanan darah  terdiri atas tekanan sistol dan diastol. Tekanan dipengaruhi oleh curah jantung dengan resistensi perifer.Curah jantung adalah volume darah yang dipompa oleh tiap – tiap ventrikel per menit.Dua faktor penentu curah jantung adalah kecepatan denyut jantung dan volume sekuncup.Semakin teregang jantung, semakin meningkat panjang serat otot awal sebelum kontraksi. Peningkatan panjang menghasilkan gaya yang lebih kuat pada kontraksi jantung berikutnya dan dengan demikian dihasilkan volume sekuncup yang lebih besar. Hubungan intrinsik antara volume diastolik akhir dan volume sekuncup ini dikenal sebagai hukum Frank – Starling  pada jantung.
Dalam hasil tekanan darah pada tabel diatas di dapatkan dua angaka, yaitu angak pertama dan angka kedua sesuai dengan (Rikayasa, 2006) Pemeriksaan tekanan darah akan didapat dua angka. Angka yang lebih tinggi diperoleh pada saat jantung berkontraksi (sistolik), angka yang lebih rendah diperoleh pada saat jantung berelaksasi (diastolik).
2. Bunyi Jantung
Tabel 2. Bunyi Jantung
Kelompok
Nama
Umur
Jenis Kelamin
Jumlah Bunyi Jantung
1
M. Toriq
18
Laki-laki
62
2
Hendri Rois
18
Laki-laki
82
3
Ajo Wiharjo
20
Laki-laki
70
4
Arly Yoga Pranata
18
Laki-laki
86
5
M. Dimas Padang
18
Laki-laki
84
6
Agus Supriadi
19
Laki-laki
90
7
Kaleb
18
Laki-laki
70
8
Ahmad Sumarsono
18
Laki-laki
72
9
Ardian Peasetyo
18
Laki-laki
81
10
Ayu Rahmadiah
19
Perempuan
80

Dari tabel di atas dapat dilihat jumlah bunyi jantung setiap inidividu berbeda-beda biak peria maupun wanita, hal tersebut dapat di pengaruhi oleh kesehatan praktikan, sesuai dengan (Duke, 2000) Kecepatan denyut jantung dapat di pengaruhi oleh temperatur tubuh,aktivititas tubuh,letak heografis serta penyakit dan stress.

3. Test Kemampuan Fisik

   Pada test kemampuan fisik ini praktikan disuruh untuk berlari, naik turun bangku dan berdiri hal tersebut berguna untuk melihat seberapa jauh kemampuan fisik seseorang, sesuai dengan pernyatan (Budianto, 2004) Tingkat kekuatan seseorang dalam menerima beban kerja dapat diukur melalui perasaan subjektif, dalam arti persepsi seseorang terhadap beban kerja dapat digunakan untuk mengukur efek kombinasi dari tekanan fisik dan tekanan biomekanik akibat aktivitas yang dilakukan.Untuk metode psikofisik ini hasil dari pengukuran tergantung dari persepsi seseorang dan konsekuenainya, kemungkinan terjadi perbedaan antara persepsi yang satu dengan yang lainnya.
Test ini bisa digolongkan olahraga karena semua anggota tubuh bergerak, menurut (Giriwijoyo, 2000) Olahraga merupakan serangkaian gerak raga yang teratur dan terencana untuk memelihara gerak (mampertahankan hidup) dan meningkatkan kemampuan gerak (meningkatkan kualitas hidup). Olahraga merupakan kebutuhan hidup yang sifatnya periodik, artinya olahraga sebagai alat untuk pertumbuhan dan perkembangan jasmani, rohani dan sosial. Struktur anatomis-anthropometis dan fungsi fisiologinya stabilitas emosionalnya dan kecerdasan intelektualnya maupun kemampuan bersosialisasi dengan lingkungan.

a) Pengiraan VO2 max (ml/kg/min) Cara Cooper
Tabel 3. Pengiraan VO2  max (ml/kg/min) Cara Cooper
Nama
Jenis
Kelamin
Umur
Waktu
Jarak Yang Di Tempuh (KM)
Tingkat Kemampuan
Rts. Nurul Adhani
Perempuan
19
12 menit
1.2
Sangat Jelek

Pada saat praktikan melakukan lari keadaan awalnya sudah kelelahan dan belum makan dan di dapat tingkat kemampuan praktikan sangat jelek. Sesudah selesai berlari praktikan merasa sangat lelah dan juga nafas yang tidak teratur. Menurut (Asmadi, 2011) Cara mengukur jumlah O2 yang ada di dalam tubuh adalah dengan mengukur saturasi O2 di dalam darah, yaitu sekitar 98 - 99%.  Jika saturasi mencapai 100% maka tubuh akan kehilangan mekanisme untuk bernafas, karena seolah-olah tubuh tidak perlu lagi O2. Jadi nafas akan cenderung spontan karena tubuh kita perlu O2. Atau karena ada keseimbagan O2 – CO2 dalam tubuh.

b) Test Schneider
Tabel 4. Test Schneider
Nama
Umur
Jenis Kelamin
Skor
Nisfu Bayu Kurniadi
19
Laki-laki
7

            Dari tabel di atas dapat dilihat skornya adalah 7 itu menandakan kemampuan fisiknya buruk.

c) Test Harvard Step
Menurut (Price, 2005) Harvard step test adalah jenis tes stress jantung untuk mendeteksi atau mendiagnosis penyakit jantung dan pulmonal. Ini juga digunakan untuk pengukuranyang baik kebugaran, dan kemampuan anda untuk pulih setelah olahraga berat.Semakin cepat jantung Anda kembali berelaksasi, semakin baik pula kerjanya.
Dalam praktikum ini, praktikan menghitung denyut nadi yang ada di pergelangan tangan, menurut (Sherwood, 2000) Pada Harvard Step Test menggunakan parameter waktu lama kerja dan frekuensidenyut nadi, Denyut nadi dapat diketahui dengan menghitung denyut arteri radialis, suaradetak jantung, atau dengan bantuan eleftrokardiogram. Dengan memakai kedua factor tersebut dapat dihitung indeks kesanggupan badan, yang dibedakan antara kesanggupankurang sampai kesanggupan amat baik.
Pernyataan diatas dipertegas oleh (Rodahl, 2009) Nadi mempunyai peran yang sangat penting di dalam peningkatan cardio output dari istirahat samapi kerja maksimum, peningkatan tersebut didefinikan sebagai heart rate reserve (HR reserve).

1) Cara Lambat
Tabel 5. Test Harvard Step Cara Lambat
Denyut Nadi 1
Denyut Nadi 2
Denyut Nadi 3
Hasil
30
33
38
89.1

            Dari hasil test harvard step cara lambat di dapatkan hasil 89.1 yaitu praktikan memiliki kemampuan yang baik.

2) Cara Cepat
Tabel 6. Test Harvard Step Cara Cepat
Waktu (detik)
Nadi Yang Terhitung
Hasil
60
61
17.88

Dari hasil test harvard step cara cepat di dapatkan hasil 17.88 yaitu praktikan memiliki kemampuan yang termasuk kurang.

4.2. Fisiologi Ginjal
Ginjal merupakan organ pada tubuh manusia yang menjalankan banyak fungsi untuk homeostasis, yang terutama adalah sebagai organ ekskresi dan pengatur kesetimbangan cairan dan asam basa dalam tubuh. Terdapat sepasang ginjal pada manusia, masing-masing di sisi kiri dan kanan (lateral) tulang vertebra dan terletak retroperitoneal (di belakang peritoneum). Selain itu sepasang ginjal tersebut dilengkapi juga dengan sepasang ureter, sebuah vesika urinaria (buli-buli/kandung kemih) dan uretra yang membawa urine ke lingkungan luar tubuh (Agus,2012).

1) Analisi Urin Secara Fisik
Tabel 7. Analisi Urin Secara Fisik
No.
Urin
Warna
Bau
Kejernihan
BJ
pH
Kepadatan
1.
Sapi
Kuning
Pesing
Keruh
1.020
9
52 gr
2.
Kambing
Coklat
Perengus
Keruh
1.022
9
57.2 gr
3,
Kerbau
Kuning
Pesing
Keruh
1.022
8
57.2 gr
4.
Kelinci
Merah Kecoklatan
Pesing
Keruh
1.24
7
62.4 gr
5.
Pedet
Kuning
Pesing
Jernih
1.020
10
52 gr

   Dari tabel diatas terlihat, urin ada yang berwarna keruh dan juga jernih. Urin yang berwarna jernih menandakan urin masih segar dan belum terkontaminasi bakteri sedangkan urin yang berwarna keruh menandakan urin sudah tidak segar dan telah terkontaminasi dengan bakteri. Hal tersebut di pertegas oleh (Agie, 2011) Kelainan pada warna, kejernihan, dan kekeruhan dapat mengindikasikan kemungkinan adanya infeksi, dehidrasi, darah di urin (hematuria), penyakit hati, kerusakan otot atau eritrosit dalam tubuh. Obat-obatan tertentu juga dapat mengubah warna urin. Kencing berbusa sangat mungkin mewakili jumlah besar protein dalam urin (proteinuria). Menurut (Duke, 2002) Secara umum urin berwarna kuning. Urin encer warna kuning pucat (kuning jernih), urin kental berwarna kuning pekat, dan urin baru/segar berwarna kuning jernih. Urin yang didiamkan agak lama akan berwarna kuning keruh. Urin berbau khas jika dibiarkan agak lama berbau ammonia. Ph urin berkisar antara 4,8 – 7,5, urin akan menjadi lebih asam jika kita mengkonsumsi banyak protein, dan urin akan menjadi lebih basa jika mengkonsumsi banyak sayuran. Berat jenis urin 1,002 – 1,035.
Dan pH dari hasil praktikum semuanya bersifat asam, sesuai dengan pendat (Siti, 2010) pH urine pada orang normal adalah 4,8 – 7,4. pH di bawah 7,0 disebut asam (acid) dan pH di atas 7,0 dinamakan basa (alkali). Beberapa keadaan dapat menyebabkan pH urine menjadi basa , misalnya : diet vegetarian, setelah makan, muntah hebat, infeksi saluran kencing oleh bakteri Proteus atau Pseudomonas, urine yang disimpan lama, terapi obat-obatan tertentu, atau gangguan proses pengasaman pada bagian tubulus ginjal. Sebaliknya, pH urine bisa menjadi rendah atau asam dapat dijumpai pada : diabetes, demam pada anak, asidosis sistemik, terapi obat-obatan tertentu.

2. Pengaturan Osmolaritas Ginjal
Tabel 8. Pengaturan Osmolaritas Ginjal
Kelompok
Volume (ml)
BJ
Praktikan
K
30
60
90
120
1
66
38
118
20
10
1.020
Rezky A
2
67
24
48
21
26
1.025
Hendri R
3
19
12
15
15
17
1.025
Nisfu BK
4
145
135
130
116
72
1.032
Khomar R
5
110
13
13
9
11
1.020
Kaleb
6
75
125
128
151
79
1.025
Erwin J
7
88
12
11
8
15
1.020
Rama
8
260
73
62
92
19
1.025
Susan
9
75
95
27
13
7
1.025
Ardian
10
94
11
10
7
6
1.025
Alhidayat

   Dari tabel di atas dapat di lihat volume urin yang di keluarkan praktikan berbeda-beda serta berat jenisnya. Menurut (Lab, 2010) Berat jenis (BJ) atau specific gravity (SG) dipengaruhi oleh tingkat keenceran air seni. Pada orang normal, berat jenis urine adalah 1,015 – 1,025. Seberapa banyak Anda minum atau berkemih akan mempengaruhi BJ.  Serta di pertegas oleh (Depkes, 2000) Volume urine normal adalah 750-2.000 ml/24hr. Pengukuran volume ini pada pengambilan acak (random) tidak relevan. Karena itu pengukuran volume harus dilakukan secara berjangka selama 24 jam untuk memperoleh hasil yang akurat.

3. Pengamatan Konsentrasi NaCl
Tabel 9. Penganturan Konsentrasi NaCl
Kelompok
Praktikan
NaCl (gr/tetes)
K
30‘
60‘
90‘
120‘
1
Rezky A
18
15
5
8
5
2
Hendri R
25
15
13
19
21
3
Nisfu BK
12
14
8
20
17
4
Khomar R
12
2
2
2
7
5
Kaleb
13
16
19
22
20
6
Erwin J
11
3
2
2
3
7
Rama
16
13
11
14
8
8
Susan
2
3
3
4
10
9
Ardian
19
12
15
15
3
10
Alhidayat
15
17
16
15
14

Dari tabel di atas dapat di lihat volume urin yang di keluarkan praktikan berbeda-beda, yang di pertegas oleh (Ners, 2013) Faktor yang mempengaruhi urin adalah: 1) jumlah air yang diminum, 2) sistem saraf, 3) hormon ADH, 4)banyak garam yang harus dikeluarkan dari darah agar tekanan osmosis tetap, 5)pada penderita diabetes mellitus, pengeluaran glukosa diikuti oleh kenaikan volume urin.

4.3. Fisiologi Syaraf
1) Pengamatan Fungsi Bagian-Bagian Otak Dari Otak Katak
Tabel 10. Pengamatan Fungsi Bagian-Bagian Otak Dari Otak Katak
No.
Parameter
Katak Normal
Katak Decerebrasi
Katak Spinal
1.
Sikap Badan
Normal
Tidak Normal
Tidak Normal
2.
Gerakan Spontan
Normal
Tidak Normal
Tidak Normal
3.
Keseimbangan
Normal
Tidak Normal
Tidak Normal
4.
Kemampuan Berenang
Normal
Tidak Normal
Tidak Normal
5.
Frekuensi Nafas
Normal
Tidak Normal
Tidak Normal
6.
Frekuensi Denyut Jantung
Normal
Tidak Normal
Tidak Normal

Dapat dilihat saat katak belum di rusak syarafnya semua kegiatan berjalan dengan normal, namun setelah dirusak kegiatan yang dilakukan katak menjadi tidak normal. Menutut (Wiwi, 2006) Organisasi Sistem Saraf  Vertebrata terdiri atas susunan saraf pusat dan saraf tepi. Saraf pusat terdiri dari otak dan medulla spinalis sedangkan saraf tepi terdiri dari divisi motorik dan divisi sensorik. Divisi motorik terdiri dari saraf otonom dan saraf somatic. Saraf otonom terdiri dari otot polos dan otot jantung diluar control kesadaran sedangkan saraf somatis terdiri dari skelet dibawah control kesadaran. Pada saraf otonom terdapat divisi simpatik dn divisi parasimpatik.

2) Sifat Aksi Refleks Pada Katak
Tabel 11. Sifat Aksi Refleks Pada Katak
No.
Para Meter
Katak Normal
Hambatan Refleks
Katak Spinal
1.
Sikap Badan
Normal
Tidak Normal
Tidak Normal
2.
Gerakan-gerakan Spontan
Normal
Tidak Normal
Tidak Normal
3.
Frekuensi Nafas
Normal
Normal
Tidak Normal
4.
Frekuensi Denyut Jantung
Normal
Normal
Tidak Normal
5.
Kondisi Kelopak Mata
Normal
Normal
Tidak Normal
6.
Keseimbangan
Normal
Tidak Normal
Tidak Normal
7.
Reaksi Penangkatan Tiba-tiba
Normal
Tidak Normal
Tidak Normal
8.
Reaksi Terhadap Putaran
Normal
Tidak Normal
Tidak Normal
9.
Kemampuan Berenang
Normal
Tidak Normal
Tidak Normal

Menurur (Watson, 2002) Impuls yang diterima oleh reseptor dan disampaikan ke  efektor akan menyebabkan terjadinya gerakan atau perubahan  pada efektor. Gerakan tersebut adalah sebagai berikut :Gerak sadar atau gerak biasa adalah gerak yang terjadi  karena disengaja atau disadari. Impuls yang menyebabkan  gerakan ini disampaikan melalui jalan  yang panjang.  Bagannya adalah sebagai berikut. Gerak refleks adalah gerak yang tidak disengaja atau tidak disadari. 

3. Refleks-refleks Sederhana
Saat katak di jepit menggunakan pinset pada kakinya terlihat badan yang bergerak-gerak pada badan bagain yang dijepit atau dicubit pula hal ini di dapatkan hasil bahwa katak ini disebut homolateral.

4. Intensitas Ransangan
Tabel 12. Intensitas Ransangan
No.
Parameter
Waktu 1
Waktu 2
Hasil
1.
H2SO4
40 s
62 s
51 s
2.
H2SO4 Pekat
1 s
1 s
1 s
Dari hasil diatas dapat dilihat kaki katak yang dicelupkan pada larutan H2SO4 memiliki refleks yang lama sedangkan saat kaki katak dicelupkan pada H2SO4 pekat seketik katak langsung refleks.

5. Sifat Refleks Pada Manusia
1) Refleks Mata
a) Refleks Pupil
          Ukuran pupil pada saat mata diberi cahaya akan menjadi kecil dan saat mata ditutup pupil mata membesar.

b) Refleks Akomodasi
          Pada saat mata diberi cahaya sejauh 5 meter , pupil mata tetap normal dan saat cahaya didekatkan pupil mata mengecil.

c) Refleks Cornea (Blink)
          Pada saat telapak tangan digerakkan secara tiba-tiba didepan mata teman yang awalnya belum tau langsung berreaksi terkejut dan matanya menutup secara cepat.

2) Refleks Cilio-Spinal
          Pada saat tengkuk dicubit maka reaksi praktikan terkejut dan tidak merasakan sakit.

3) Refleks Tedon (Strech Refleks)
a) Refleks Patella
          Pada saat praktikkan berlutut dikursi dan kaki diketuk secara tiba-tiba, maka refleks dari praktikan biasa saja.

b) Refleks Achilles
          Pada saat berlutut dikursi dengan kaki menggantung , lalu tumit di ketuk secara tiba-tiba reaksi dari praktikan biasa saja dan tidak terkejut.

c) Refleks Biceps dan Triceps
          Pada saat tangan diletakkan dimeja dan diangakat membentuk sudut 90o lalu dengan tiba-tiba dicubit otot bisep praktikan, praktikan tidak merasakan sakit.

4) Efek Bersin
          Saat bersin praktikan secara spontan menutup mata dan hidung mengkerut.

5) Refleks Menelan
          Saat menelan air ludah, lalu menelan ludah bersamaan dengan air minum. Maka didapatkan bahwa menelan air ludah tanpa air minum jakun praktikan naik, bergitu pula menelan ludah bersamaan minum air jakun tetap naik dalam keadaan normal.

6) Pengecapan

          Dari hasil pengecapan diperoleh rasa yang berbeda-beda maka tempat di lidahpun berbeda pula yaitu rasa manis berada di ujung dan tengah lidah, rasa pait di dalam atau pangkal lidah, rasa asin di bawah lidah dan rasa asin berada di tepi kanan dan kiri lidah.

  7).Mempelajari Sifat-sifat Refleks Pada Kucing

          Pada reaksi gelap keterang pupil mata kucing yang membesar menjadi kecil, sedangkan pad reaksi terang kegelap pupil mata kucing dari kecil membesar.

4.4. Fungsi Endokrin
1) Uji Kebuntingan Secara Biologis (Uji Galli Mainini)
   Pada praktikum ini tidak di dapatkan hasil hal ini bisa disebabkan karena kataknya belum dewasa ataupun urin ibu hamil yang sedikit mengandung HCG. Menurut  (Anonim, 2000) Hormone HCG tidak hanya terdapat pad perempuan hamil saja, tetapi terdapat juga pada cancer dari ovarium, permulaan menopause, kehamilan yang abnormal, abnrtus, tumor dari testis, dan lain – lain
   Pada praktikum ini menggunakan katak bangkong hal ini sesuai dengan pernyataan  (Anonim, 2001) Dalam melakukan reaksi Galli  Mainini harus di gunakan katak Buffo vulgaris jantan. Adapun ciri – ciri dari katak Buffo vulgaris jantan adalah sebagai berikut :
1.   Pada telapak kaki depan terdapat penebalan berwarna hitam.
2. Pada kulit leher bagian ventral terdapat warna agak merah yang kekuning- kuningan.
3.   Warna tubuh biasanya lebih agak gelap di banding dengan betina.

           


Comments

  1. Mysuru Casino - The HERZAMMAN
    Mysuru Casino - https://deccasino.com/review/merit-casino/ The Home of the Best of the Slots! Visit us to Play the best slots and enjoy titanium flat iron the febcasino.com best table games in 바카라 our deccasino casino. Visit us

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Laporan Manajemen Ternak Unggas ( Puyuh )