Laporan Ansfister Tinjauan Pustaka
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
TINJAUAN PUSTAKA
Fisiologi Kardiovaskuler
Asmadi, (2011)
Cara mengukur jumlah O2 yang ada di dalam tubuh adalah dengan mengukur saturasi
O2 di dalam darah, yaitu sekitar 98 - 99%.
Jika saturasi mencapai 100% maka tubuh akan kehilangan mekanisme untuk
bernafas, karena seolah-olah tubuh tidak perlu lagi O2. Jadi nafas akan
cenderung spontan karena tubuh kita perlu O2. Atau karena ada keseimbagan O2 –
CO2 dalam tubuh.
Budianto, (2004)
Tingkat kekuatan seseorang dalam menerima beban kerja dapat diukur melalui
perasaan subjektif, dalam arti persepsi seseorang terhadap beban kerja dapat
digunakan untuk mengukur efek kombinasi dari tekanan fisik dan tekanan
biomekanik akibat aktivitas yang dilakukan.Untuk metode psikofisik ini hasil
dari pengukuran tergantung dari persepsi seseorang dan konsekuenainya, kemungkinan
terjadi perbedaan antara persepsi yang satu dengan yang lainnya.
Cotran, (2008)
Psikofisik merupakan cabang ilmu psikologi yang digunakan untuk menguji
hubungan antara persepsi dari sensasi tubuh terhadap rangsangan fisik.Melalui
persepsi dan sensansi tubuh, dapat diketahui kapasitas kerja seseorang.
Duke (2000) Kecepatan denyut jantung
dapat di pengaruhi oleh temperatur tubuh,aktivititas tubuh,letak heografis
serta penyakit dan stress.
Frandson, (2001) Tiap kontraksi
sistolis dai ventrikel kiri mendorong lebih banyak darah ke dalam arteri dan
anteriol yang telah terisi darah dari tekanan distolik. Darah tambahan pada
setiap systole akan lebih memekarkan arteri. Gelombang tekanan sistolik yang
bermula dari jantung dan menyebar ke seluruh jaringan atorial disebut pulsa
atau gelombang pulsa. Gelombang ini dapat dirasakan dalam arteri di dekat
permukaan badan, terutama apabila arteri dapat ditekan ke arah tulang yang
terdekat di dekatnya ataupun ke arah struktur lain yang padat.
Febrinanda, (2008) Tekanan darah terdiri atas tekanan sistol dan diastol.
Tekanan dipengaruhi oleh curah jantung dengan resistensi perifer.Curah jantung
adalah volume darah yang dipompa oleh tiap – tiap ventrikel per menit.Dua
faktor penentu curah jantung adalah kecepatan denyut jantung dan volume
sekuncup.Semakin teregang jantung, semakin meningkat panjang serat otot awal
sebelum kontraksi. Peningkatan panjang menghasilkan gaya yang lebih kuat pada
kontraksi jantung berikutnya dan dengan demikian dihasilkan volume sekuncup yang
lebih besar. Hubungan intrinsik antara volume diastolik akhir dan volume
sekuncup ini dikenal sebagai hukum Frank – Starling pada jantung.
Ganong, (2003)
Berkurangnya O2 yang ada dalam jaringan tubuh maka proses metabolisme akan
terganggu dan tidak dapat optimal. Dengan tidak optimalnya proses metabolisme
maka kebutuhan akan energi untuk proses belajar mengalami gangguan. Semakin
tinggi kadar hemoglobin dalam darah, maka semakin banyak pula O2 yang dapat
diangkut ke berbagai jaringan tubuh.
Giriwijoyo, (2000)
Olahraga merupakan serangkaian gerak raga yang teratur dan terencana untuk
memelihara gerak (mampertahankan hidup) dan meningkatkan kemampuan gerak
(meningkatkan kualitas hidup). Olahraga merupakan kebutuhan hidup yang sifatnya
periodik, artinya olahraga sebagai alat untuk pertumbuhan dan perkembangan
jasmani, rohani dan sosial. Struktur anatomis-anthropometis dan fungsi
fisiologinya stabilitas emosionalnya dan kecerdasan intelektualnya maupun
kemampuan bersosialisasi dengan lingkungan.
Price, (2005) Harvard step test
adalah jenis tes stress jantung untuk mendeteksi atau mendiagnosis penyakit
jantung dan pulmonal. Ini juga digunakan untuk pengukuranyang baik kebugaran,
dan kemampuan Anda untuk pulih setelah olahraga berat.Semakin cepat jantung
Anda kembali berelaksasi, semakin baik pula kerja nya.
Rodahl, (2009)
Nadi mempunyai peran yang sangat penting di dalam peningkatan cardio output
dari istirahat samapi kerja maksimum, peningkatan tersebut didefinikan sebagai
heart rate reserve(HR reserve).
Rikayasa, (2001)
Siklus jantung adalah periode dimulainya satu denyutan jantung dan awal dari
denyutan selanjutnya.Siklus jantung terdiri dari periode sistol dan diastol.
Sistol adalah periode kontraksi dari ventrikel, dimana darah akan dikeluarkan
dari jantung. Diastol adalah periode relaksasi dari ventrikel, dimana terjadi
pengisian darah Tekanan darah adalah tekanan yang diberikan oleh darah setiap
satuan luas pada pembuluh darah..
Rikayasa, (2006)
Pemeriksaan tekanan darah akan didapat dua angka. Angka yang lebih tinggi
diperoleh pada saat jantung berkontraksi (sistolik), angka yang lebih rendah
diperoleh pada saat jantung berelaksasi (diastolik).
Sherwood,
(2000).Tekanan diastolik adalah tekanan darah pada saat jantung tidak sedang
berkonstraksi atau beristirahat. Pada kurva denyut jantung, tekanan diastolik
adalah tekanan darah yang digambarkan pada rentang di antara grafik denyut
jantung.
Sarkayasa,
(2008) Volume total yang masuk ke dalam diastol disebut End Diastolic Volume
.Sistolik dapat dibagi menjadi dua proses yaitu kontraksi isovolumetrik dan
ejeksi ventrikel. Pada kontraksi
isovolumetrik, kontraksi sudah dimulai tetapi katup – katup tetap
tertutup. Tekanan juga telah dihasilkan tetapi tidak dijumpai adanya pemendekan
dari otot. Pada ejeksi ventrikel , tekanan dalam ventrikel lebih tinggi
dibandingkan dengan tekanan pada aorta dan pulmoner sehingga katup aorta dan
katup pulmoner terbuka dan akhirnya darah akan dipompa ke seluruh tubuh.
Sherwood, (2000)
Pada Harvard Step Test menggunakan parameter waktu lama kerja dan
frekuensidenyut nadi, Denyut nadi dapat diketahui dengan menghitung denyut
arteri radialis, suaradetak jantung, atau dengan bantuan eleftrokardiogram.
Dengan memakai kedua factor tersebut dapat dihitung indeks kesanggupan badan,
yang dibedakan antara kesanggupankurang sampai kesanggupan amat baik.
Sherwood
(2002) Tekanan sistolik adalah tekanan darah pada saat terjadi kontraksi otot
jantung. Istilah ini secara khusus digunakan untuk merujuk pada tekanan
arterial maksimum saat terjadi kontraksi pada lobus ventrikular kiri dari
jantung. Rentang waktu terjadinya kontraksi disebut systole Pada format
penulisan angka tekanan darah, umumnya, tekanan sistolik merupakan angka
pertama. Sebagai contoh, tekanan darah pada angka 120/80 menunjukkan tekanan
sistolik pada nilai 120 mmHg.
Sarkayasa,
(2008) Bunyi jantung kedua secara normal memiliki frekuensi lebih tinggi
daripada bunyi jantung pertama pada saat melakukan pernapasan yang berlangsung
tanpa kita sadari.
Fisiologi Ginjal
Agus, (2012) Ginjal merupakan
organ pada tubuh manusia yang menjalankan banyak fungsi untuk homeostasis, yang
terutama adalah sebagai organ ekskresi dan pengatur kesetimbangan cairan dan
asam basa dalam tubuh. Terdapat sepasang ginjal pada manusia, masing-masing di
sisi kiri dan kanan (lateral) tulang vertebra dan terletak retroperitoneal (di
belakang peritoneum). Selain itu sepasang ginjal tersebut dilengkapi juga
dengan sepasang ureter, sebuah vesika urinaria (buli-buli/kandung kemih) dan
uretra yang membawa urine ke lingkungan luar tubuh.
Agus, (2012) Secara kimiawi kandungan zat dalan urin diantaranya
adalah sampah nitrogen (urea, kreatinin dan asam urat), asam hipurat, zat sisa
pencernaan sayuran dan buah, badan keton zat sisa metabolism lemak, ion-ion
elektrolit (Na, Cl, K, amonium, sulfat, Ca dan Mg), zat toksik, zat
abnormal.Volume urin normal per hari adalah 900 – 1200 ml. Volume tersebut
dipengaruhi banyak faktor suhu, zat-zat diuretika (teh, alkohol, dan kopi),
jumlah air minum, hormon ADH, dan emosi.
Agie, (2011) Kelainan pada warna, kejernihan, dan kekeruhan dapat
mengindikasikan kemungkinan adanya infeksi, dehidrasi, darah di urin
(hematuria), penyakit hati, kerusakan otot atau eritrosit dalam tubuh.
Obat-obatan tertentu juga dapat mengubah warna urin. Kencing berbusa sangat
mungkin mewakili jumlah besar protein dalam urin (proteinuria).
Benny, (2001) Aliran
darah ke ginjal -+ 1200ml/ menit, berat kedua ginjal 300 gr, tempat pencucian
darah ada di dalam glomerulus (ada di korteks ginjal), urin dari ginjal
dikeluarkan melalui ureter, 1 ginjal mengandung 1.000.000 nefron dan apabila
nefron mengalami kerusakan maka tidak bisa regenerasi (maka dari itu, mulai
dari sekarang kita sebaiknya menjaga pola makan dan melakukan gaya hidup
sehat), apabila usia menginjak 49 tahun jumlah nefron berkurang 10% dan
pengurangan ini berlaku kelipatan setiap 10 tahun selanjutnya, pada keadaan
normal gula dire-absorpsi/ tidak dikeluarkan terikut urin, hormon yang berperan
dalam regulasi air di ginjal yaitu aldosteron dan ADH (Anti Diuretic Hormon),
volume keseluruhan air dalam tubuh -+ 5 liter, konsumsi air normal antara 1-2
liter dan jumlah ini juga tergantung aktifitas keseharian, istilah sekresi dan
ekskresi dalam metabolisme berbeda dimana sekresi merupakan proses pengeluaran
yg masih ada dalam ginjal sedangkan ekskresi ada di luar ginjal.
Duke (2002) Secara umum urin berwarna kuning. Urin encer warna kuning
pucat (kuning jernih), urin kental berwarna kuning pekat, dan urin baru/segar
berwarna kuning jernih. Urin yang didiamkan agak lama akan berwarna kuning
keruh. Urin berbau khas jika dibiarkan agak lama berbau ammonia. Ph urin
berkisar antara 4,8 – 7,5, urin akan menjadi lebih asam jika kita mengkonsumsi
banyak protein, dan urin akan menjadi lebih basa jika mengkonsumsi banyak
sayuran. Berat jenis urin 1,002 – 1,035.
Depkes, (2000) Volume urine normal adalah 750-2.000
ml/24hr. Pengukuran volume ini pada pengambilan acak (random) tidak relevan.
Karena itu pengukuran volume harus dilakukan secara berjangka selama 24 jam
untuk memperoleh hasil yang akurat.
Dinkes, (2003) Beberapa keadaan yang menyebabkan
warna urine adalah : Merah :
Penyebab patologik : hemoglobin, mioglobin, porfobilinogen, porfirin. Penyebab
nonpatologik : banyak macam obat dan zat warna, bit, rhubab (kelembak), senna. Oranye : Penyebab patologik : pigmen
empedu. Penyebab nonpatologik : obat untuk infeksi saliran kemih (piridium),
obat lain termasuk fenotiazin. Kuning
: Penyebab patologik : urine yang sangat pekat, bilirubin, urobilin. Penyebab
nonpatologik : wotel, fenasetin, cascara, nitrofurantoin. Hijau : Penyebab patologik :
biliverdin, bakteri (terutama Pseudomonas). Penyebab nonpatologik : preparat
vitamin, obat psikoaktif, diuretik. Biru
: tidak ada penyebab patologik. Pengaruh obat : diuretik, nitrofuran. Coklat : Penyebab patologik : hematin
asam, mioglobin, pigmen empedu. Pengaruh obat : levodopa, nitrofuran, beberapa
obat sulfa. Hitam atau hitam kecoklatan : Penyebab patologik
: melanin, asam homogentisat, indikans, urobilinogen, methemoglobin. Pengaruh
obat : levodopa, cascara, kompleks besi, fenol.
Forbet (2009) Secara kimiawi kandungan zat dalan urin diantaranya
adalah sampah nitrogen (urea, kreatinin dan asam urat), asam hipurat, zat sisa
pencernaan sayuran dan buah, badan keton zat sisa metabolism lemak, ion-ion
elektrolit (Na, Cl, K, amonium, sulfat, Ca dan Mg), zat toksik, zat abnormal
. Volume urin normal per hari adalah 900
– 1200 ml. Volume tersebut dipengaruhi banyak faktor diantaranya: suhu, zat-zat
diuretika (teh, alkohol, dan kopi), jumlah air minum, hormon ADH, dan emosi. BJ
urine yang rendah persisten menunjukkan gangguan fungsi reabsorbsi tubulus.
Nokturia dengan ekskresi urine malam > 500 ml dan BJ kurang dari 1.018,
kadar glukosa sangat tinggi, atau mungkin pasien baru-baru ini menerima pewarna
radiopaque kepadatan tinggi secara intravena untuk studi radiografi, atau
larutan dekstran dengan berat molekul rendah. Kurangi 0,004 untuk setiap 1%
glukosa untuk menentukan konsentrasi zat terlarut non-glukosa.
Kahil, (2013) Ginjal
merupakan organ yang berbentuk seperti kacang, terdapat sepasang
(masing-masing satu di sebelah kanan dan kiri vertebra) dan posisinya
retroperitoneal. Ginjal kanan terletak sedikit lebih rendah (kurang lebih 1 cm)
dibanding ginjal kiri, hal ini disebabkan adanya hati yang mendesak ginjal
sebelah kanan. Kutub atas ginjal kiri adalah tepi atas iga 11 (vertebra T12),
sedangkan kutub atas ginjal kanan adalah tepi bawah iga 11 atau iga 12. Adapun
kutub bawah ginjal kiri adalah processus transversus vertebra L2 (kira-kira 5
cm dari krista iliaka) sedangkan kutub bawah ginjal kanan adalah pertengahan
vertebra L3. Dari batas-batas tersebut dapat terlihat bahwa ginjal kanan
posisinya lebih rendah dibandingkan ginjal kiri.
Lab (2010) Berat jenis (BJ) atau specific
gravity (SG) dipengaruhi oleh tingkat keenceran air seni. Pada orang
normal, berat jenis urine adalah 1,015 – 1,025. Seberapa banyak Anda minum atau
berkemih akan mempengaruhi BJ.
Ners (2013) Faktor yang mempengaruhi urin adalah: 1) jumlah
air yang diminum, 2) sistem saraf, 3) hormon ADH, 4)banyak garam yang harus
dikeluarkan dari darah agar tekanan osmosis tetap, 5)pada penderita diabetes
mellitus, pengeluaran glukosa diikuti oleh kenaikan volume urin.
Siti, (2010) pH urine
pada orang normal adalah 4,8 – 7,4. pH di bawah 7,0 disebut asam (acid) dan pH
di atas 7,0 dinamakan basa (alkali). Beberapa keadaan dapat menyebabkan pH
urine menjadi basa , misalnya : diet vegetarian, setelah makan, muntah hebat,
infeksi saluran kencing oleh bakteri Proteus atau Pseudomonas, urine yang
disimpan lama, terapi obat-obatan tertentu, atau gangguan proses pengasaman
pada bagian tubulus ginjal. Sebaliknya, pH urine bisa menjadi rendah atau asam
dapat dijumpai pada : diabetes, demam pada anak, asidosis sistemik, terapi
obat-obatan tertentu.
Siti, (2010) Secara umum urin berwarna kuning. Urin encer warna kuning pucat
(kuning jernih), urin kental berwarna kuning pekat, dan urin baru/segar
berwarna kuning jernih. Urin yang didiamkan agak lama akan berwarna kuning
keruh. Urin berbau khas jika dibiarkan agak lama berbau ammonia. Ph urin
berkisar antara 4,8 – 7,5, urin akan menjadi lebih asam jika kita mengkonsumsi
banyak protein, dan urin akan menjadi lebih basa jika mengkonsumsi banyak
sayuran. Berat jenis urin 1,002 – 1,035.
Fisiologi Syaraf
Anonim, (2009) Kodok bertubuh pendek, gempal atau kurus,
berpunggung agak bungkuk. Tubuh kodok menunjukkan keadaan yang serupa dengan anggota yang
lain dalam ordonya yaitu memiliki batas antara caput dan truncus yang
tidak jelas. Caput berbentuk tumpul, tanpa rostrum yang menonjol, pada dataran
rostrumnya terdapat sepasang lubang hidung yang kecil.
Antoni, (2000) Sistem saraf terdiri atas sel-sel
saraf yang disebut neuron. Neuron bergabung membentuk suatu jaringan untuk
mengantarkan impuls (rangsangan). Satu sel saraf tersusun dari badan sel,
dendrit, dan akson.
Antoni, (2000) Akson disebut neurit.
Neurit adalah serabut sel saraf panjang yang
merupakan perjuluran sitoplasma badan sel. Di dalam neurit
terdapat benang-benang halus
yang disebut neurofibril. Neurofibril dibungkus oleh
beberapa lapis selaput mielin yang
banyak mengandung zat lemak dan
berfungsi untuk mempercepat
jalannya rangsangan. Selaput mielin tersebut dibungkus oleh sel-
sel sachwann yang
akan membentuk suatu
jaringan yang dapat
menyediakan makanan untuk
neurit dan membantu
pembentukan neurit. Lapisan mielin sebelah luar disebut neurilemma
yang melindungi akson
dari kerusakan. Bagian neurit ada yang tidak dibungkus oleh
lapisan mielin. Bagian ini disebut dengan
nodus ranvier dan berfungsi mempercepat
jalannya rangsanganNurhayati, (2010) Sistem saraf merupakan
salah satu sistem
koordinasi yang bertugas
menyampaikan rangsangan dari reseptor untuk dideteksi dan direspon oleh tubuh. Sistem saraf memungkinkan makhluk
hidup tanggap dengan cepat terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan luar maupun dalam.
Antoni, (2000) Otak kecil terletak
di bagian belakang otak besar, tepatnya
di bawah otak besar. Otak kecil terdiri atas dua lapisan, yaitu lapisan luar berwarna Susunan sistem
saraf manusia tersusun dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem
saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum
tulang belakang. Sedangkan sistem saraf
tepi terdiri atas sistem saraf somatis dan sistem saraf otonom.
Antoni, (2000) Periode refrakter absolute adalah jangka
waktu tertentu saat sel saraf benar –benar tidak dapat menanggapi rangsang yang
diberikan untuk kedua kalinya, apapun jenis rangsangnya dan berapa pun kekuatan
rangsang yang diberikan.Periode Refrakter Relatif adalah jangka waktu pada
akhir repolarisasi,yang mana sel saraf kemungkinan sudah dapat kembali
menanggapi rangsang, asalkan rangsang yang diberikan sebelumnya atau jenis
rangsangannya berbeda.
Carlos, (2000) Ujung akson menuju ke impuls dan sel lainnya
kemdian melintasi sinaps yaitu tempat pertemuan antara akson dari suatu sel
saraf dengan sel saraf lainnya atau dengan sel lain kemudian terjadi transmisi
sinaptik yang terpecah menjadi dua yaitu transmisi elektrik pada sinaps
elektrik dan transmisi kimia pada sinaps kimiawi. Transmisi inhibitorik adalah
keadaan sel yang menglami perubahan elektrokimia dengan cara tertentu, yang
membuatnya menjadi tidak dapat dirangsang, ditandai dengan adanya muatan
didalam sel yag menjadi lebih negative daripada sebelumnya disebut Hiperpolarisasi.
Musana, (2010) Depolarisasi bermula dari membrane sel saraf
menuju ke perubahan elektrokimia fisiologi kemudian perubahan dalam membrane
positif dan luar membrn negative sehingga engakibatkan depolarasasi akibat dari
perubahan elektrokimia fisiologi terpecah menjadi permeable (Na) dan
Impermeabel (K) dan Juga Ion (Na) bedifusi dan Ion (K) ditahan. Sedangkan
akibat dari perubahan dalam dan luar membrane dipengaruhi oleh impuls yaitu
gejala perubahan elektrokimia khas yang terjadi pada membrane yang dirangsang
dan juga potensial aksi yaitu potensial membrane yang diukur pada saat sel
terdepolarisasi. Depolarisasi local adalah depolarasasi yang timbul hanya pada
bagian yang dirangsang atau disebut juga arus local yang merangsang membrane
lain dalam keadaan istirahat kemudian terjadi depolarisasi atau peristiwa
penjalaran impuls.
Watson, (2002) Penjalaran impuls adalah peristiwa penjalaran
potensial aksi disepanjang akson yang terjadi secara konduksi dan lambat.
Kecuali akson bermielin yang menyebar sangat cepat karena bagian akson yang
bermielin tidak dapat ditembus ion dan ion hanya keluar dan masuk aksoplasma
pada bagian simpul Ranvier yang tidak dilapisi selubung myelin.
Wiwi, (2006) Organisasi Sistem Saraf Vertebrata terdiri atas
susunan saraf pusat dan saraf tepi. Saraf pusat terdiri dari otak dan medulla
spinalis sedangkan saraf tepi terdiri dari divisi motorik dan divisi sensorik.
Divisi motorik terdiri dari saraf otonom dan saraf somatic. Saraf otonom
terdiri dari otot polos dan otot jantung diluar control kesadaran sedangkan
saraf somatis terdiri dari skelet dibawah control kesadaran. Pada saraf otonom
terdapat divisi simpatik dn divisi parasimpatik.
Watson, (2002) Impuls yang diterima
oleh reseptor dan disampaikan ke efektor
akan menyebabkan terjadinya gerakan atau perubahan pada efektor. Gerakan tersebut adalah sebagai
berikut :Gerak sadar atau gerak biasa adalah gerak yang terjadi karena disengaja atau disadari. Impuls yang
menyebabkan gerakan ini disampaikan
melalui jalan yang panjang. Bagannya adalah sebagai berikut. Gerak
refleks adalah gerak yang tidak disengaja atau tidak disadari. Impuls
yang menyebabkan gerakan
ini disampaikan melalui jalan yang sangat singkat dan tidak melewati
otak.
Fungsi Endokrin
Anonim,
(2000) Hormone HCG tidak hanya terdapat pad perempuan hamil saja, tetapi
terdapat juga pada cancer dari ovarium, permulaan menopause, kehamilan yang
abnormal, abnrtus, tumor dari testis, dan lain – lain
Anonim, (2001) Dalam melakukan
reaksi Galli Mainini harus di gunakan katak Buffo vulgaris jantan. Adapun ciri – ciri dari katak Buffo vulgaris jantan adalah
sebagai berikut :
1. Pada telapak
kaki depan terdapat penebalan berwarna hitam.
2. Pada kulit leher bagian
ventral terdapat warna agak merah yang kekuning- kuningan.
3. Warna tubuh
biasanya lebih agak gelap di banding dengan betina.
Kresno, (2003) Penetapan HCG dalam
urin sejak lama di pakai sebagai indikator kehamilan. Saat ini uji serologic,
HCG dalam cairan tubuh, di samping digunakan untuk kehamilan, juga dapat
dipakai untuk menunjang diagnosis kehamilan I luar kandungan, memperkirakan
terjadinya abnotus, tumor tiofoblastik, tumor testicular, bahkan beberapa jenis
tumor lain yang tidak berasal dari tiofoblas.
Sacher,
(2004) Hormone gonadotropin chronik (HCG) merupakan hormone
glikoprotein yang unik untuk plasenta yang sedang tumbuh. Sebelum immunoassay
tersedia paa tahun 1960-an uji–uji kehamilan menggunakan bioassay yang memerlukan
hewan (kelinci, tikus, dan katak) untuk membuktkan adanya HCG dalam serum atau
urine. Tes yang menggunakan kelinci, tikus, dan katak pada waktu ini telah
diganti oleh tes imunologik yang menggunakan antibody terhadap HCG.
Soedarjatmo, (2000) Alat kelamin pada katak jantan terdiri
atas satu pasang testis yang berwarna putih kekuning – kuningan. Disebelah
mukanya terdapat badan lemak yang dinamakan korpus adiposum.testis
menghasilkaan spermatozoa di keluarkan melalui saluran halus menuju ke ginjal
dan dikelarkan bersama – sama air kencing melalui ureter.alat kelamin betina
terdiri ats satu pasang ovarium yang terletak pada rongga perut. Pada musim
birahi, ovarium ini membesar dan berisi ovum, yang kemudian akan di keluarkan
masuk dalam corong oviduct (infundibulum) dan di lanjutkan ke saluran telur
(oviduct). Letak corong ovidut yaitu disebelah cranial dari ovarium.
Dalam saluran telur itu, ovum di lengkapi dengan selaput telur berbentuk selai
yang di keluarkan oleh dinding saluran telur di keluarka pada saat kopulasi.
Sacher, (2004) Pada laki-laki dan perempuan, gonad memiliki
fungsi endokrin dan reproduksi sperma dan ovum berasal dari epitel
germinatifum, sedang epitel sekretorik yang secara embriologis berbeda
menghasilkan testosteron pada laki –laki, dan estrogen serta progesterone pada
laki – laki.
Zr.
Christina Ibrahim, (2001) Untuk menguji adantya kehamilan pada seorang wnita,
yang banyak di gunakan pada rumah sakit besar maupun kecil adalah reaksi Galli
Mainini hal ini disebabkan karena reaksi ini menggunakan kodok yang mudah di
dapat. Kodok yang di gunakan adalah kodok biasa yaitu Buffo
vulgarisdengan berat katak antaa 25–30 gram yang hidup di padang rumput
dekat rumah–rumah, tetapi katak jantan tersebut tidak mempunyai sel mani. Jadi
kodok ini sebelum disuntikan dengn urin wanita yang sedang hamil, diperiksa
terlebih dahulu urin katak tersebut apakah mengandung sel mani atau tidak
mengandung sel mani, lalu urin penderiuta disuntikan pada katak, jika
mengandung sel mani berarti menandakan bahwa reaksi kehamilan positif, sehingga
dapat di ketahui pregnandiol mempengaruhi keluarnya sel mani.
Comments
Post a Comment