Laporan : INTEGRASI PETERNAKAN PTPN VI MUARO JAMBI




TUJUAN
            Tujuan dari praktikum lapangan integrasi peternakan ini antara perkebunan kelapa sawit dengan sapi yang ada di PTPN VI adalah untuk mengetahui keterkaitan antara perkebunan kelapa sawit dengan peternakan sapi dan melihat langsung proses integrasi antara kebun kelapa sawit dengan peternakan sapi, sehingga praktikan dapat lebih memahami teori yang diberikan dosen saat mata kuliah integrasi peternakan.
MANFAAT
             Manfaat dari praktikum ini adalah mahasiswa dapat mengetahui dan menjelaskan kembali dari integrasi kebun kelapa sawit dengan peternakan sapi di PTPN VI.
HASIL


A.  Propfil Peternakan Sapi PTPN VI Muaro Jambi
Dari praktikum lapangan di PTPN VI Muaro Jambi di daptakan hasil yaitu Integrasi Sapi Sawit di PT Perkebunan Nusantara VI (Persero) sudah berdiri lima tahun yang lalu, dimulai dengan mendirikan Unit Usaha Integrasi Sapi Sawit pada tahun 2012 dengan struktur organisasi pada Bagan 1.UU.ISS terletak di Desa Muaro Sebo Kecamatan Jaluko Kabupaten Muaro Jambi dengan jarak dari kota Jambi ± 45 km atau dari kota Muara Bulian ± 30 km. Lokasi untuk Unit Usaha Integrasi Sapi Sawit memanfaatkan lokasi eks.pabrik CRF yang sudah tidak beroperasi selama sekitar ± 4 tahun.
Pendirian PTP Nusantara VI ini berdasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 1996 dan pengesahan dengan Akta Notaris Harun Kamil SH, Nomor 39 tahun 1996 berkedudukan Kantor Direksi di Padang yang telah diubah dengan Akte Notaris Sri Rahayu Hadi Prasetyo, SH Jakarta No mor 19 Tahun 2002 tanggal 30 September 2002 bahwa Kantor Direksi berkedudukan di Jambi.
            Awalnya peternakan PTPN VI diberikan sapi dari pemerintah sebanyak 1200 ekor, namun tidak berhasil atau gagal, hal tersebut di karenakan kurangnya pengalaman dalam memanejen peternakan sapi. Namun pada saat ini di peternakan sapi PTPN IV sudah menghasilkan bibit sendiri, ada 711 ekor sapi di PTPN VI dengan jumlah pedet 70 ekor. Untuk jenis sapi ada simental murni berjumlah 3 ekor, sapi bali dan PO. Perkawinan di lakukan dengan kawin silang, sapi PO tidak boleh di kawinkan dengan sapi PO dan anak tidak boleh di kawinkan dengan induk dikarenakan anak yang dihasilkan daya tahannya kurang atau lemah.
            Adapun organisasi Integrasi Sapi Sawit PTPN VI Muaro Jambi yaitu :
1.      Manajer                                   : Ir. Musahar
2.      Kepala Operasional                  : Adi Sucipto
3.      Asisten Admi. Dan Keuangan : Hince, SE
4.      Asisten Pemeliharaan Ternak  : Faisal F.K, STP
5.      Asisten Kesehatan Ternak      : drh. Andraw Nur Rahmad dan drh. Adi
                                                   (dari Dinas  Peternakan Kab. Ma. Jambi)
6.      Perwira Pengamanan              : Pelda (Purn) Januari

        Tabel 1. Jumlah tenaga kerja di ISS PTPN VI Muaro Jambi.
No.
Bidang
Jumlah
1
Administrasi dan keuangan
7 orang
2
Tehnik
16 orang
3
Kesehatan ternak
2 orang
4
Keamanan
7 orang
5
Pemeliharaan dan perawatan ternak
33 orang

Jumlah
65 orang

B.  Pemberian Pakan
Pemberian minum secara adlibitum, sedangkan pemberian pakan di lakukan 2 kali sehari yaitu pada pagi hari dan sore hari, dengan bahan pakan pelepah sawit yang telah di haluskan menggunakan mesin chopper, pelepah sawit tersebut berasal dari perkebunan kelapa sawit itu sendiri di tambahakan dan dilakukan pencampuran dengan bahan yang lain menggunakan mixer, proses pencampuran di mulai dari memasukkan pelepah sawit yang sudah di cacah(halus), dedak, onggok, Bis, molases, garam dan air. Pakan di berikan 10kg perhari untuk satu ekor sapi, untuk pejantan pertumbuhan bobot badan dapat mencapai 1 kg. Kebun kelapa sawit dengan luas 1 hektar, pelepahnya dapat memberi pakan 1 ekor sapi, luas perkebunan kelapa sawit di PTPN VI ada 200 hektar sehingga dapat memberi pakan sapi sebanyak 200 ekor.
           Tabel 2. Presentase bahan pakan di PTPN VI Muaro Jambi.
No.
Bahan
Pakan
Presentase
Pakan (%)
1
Cacahan pelepah sawit
60
2
Bungkil Inti Sawit
25
3
Onggok
8
4
Dedak Padi
5
5
Molases
1
6
Garam
1

Jumlah                                        
100

C.   Perkandangan    
Ada 2 sistem perkandangan yang digunakan di PTPN VI Jambi unit usaha integrasi sawit sapi (ISS) Desa Maro Sebo, 1). Sistem kandang koloni, kandang ini digunakan untuk ternak penggemukkan, kandang pembiakan (indukan), dan untuk ternak setelah lepas sapih (2 bulan) dengan ukuran ± panjang 25 meter x lebar 15 meter, dalam penggunaannya kandang koloni lebih efisien dalam tenaga kerja, karena 1 orang pegawai bisa memelihara 100-150 ekor ternak sapi. 2). Kandang Individu, kandang ini digunakan untuk ternak setelah melahirkan (induk dan pedet), dengan ukuran kandang ± panjang 2 meter x lebar 1,5 meter. Jumlah kandang ternak yang ada di PTPN VI Muaro Jambi sebanyak 53 kandang.
Sistem pemeliharaan di PTPN VI yaitu intensif, dimana sapi berada didalam kandang dengan jenis kandang kelompok yang menempatakan beberapa ekor sapi dalam satu kandang. Pembersihan kandang dari feses di lakukan tiga bulan sekali, feses tersebut digunkan untuk memupuk perkebunan kelapa sawit milik PTPN VI itu sendiri dengan cara disebarkan tanpa diolah menggunakan teknologi apa pun. Karena selama tiga bulan feses sapi tersebut talah masak, sehingga tidak perlu dilakukan pengolahan.
D.      Penjualan
Untuk penjualan sapi diPTPN VI yaitu setiap saat, jika ada yang ingin membeli, sapi akan di jual, Sapi yang di jual hanya sapi jantan dengan minimal bobot badang 100kg, sapi betina maupun pedet tidak di jual, sapi yang mati akibat sakit, tidak ada proses penyembelihan dikubur dan tidak dijual.


KESIMPULAN
            Setelah sesi wawancara kepada bapak Andro yang ditulis pada hasil diatas, dapat disimpulkan perkebunan kelapa sawit dan peternakan di PTPN VI menerapkan integrasi antara peternakan sapi dengan perkebunan kelapa sawit. Dengan pemberian pakanternak sapi di PTPN VI yang berasal dari pelepah sawit dan  feses yang berasal dari perternakan digunakan untuk pemberian pupuk di perkebunan kelapa sawit itu sendiri. Terliahat ada saling keterkaitan atau hubungan antara perebunan kelapa sawit dengan peternakan sapi.
SARAN

            Diharapkan praktikan lebih antusias dalam praktikum dan lebih aktif bertanya pada narasumber. Jangan keasikan sendiri bermain-main di sekitar kandang PTPN VI.


Comments

Popular posts from this blog

Laporan Manajemen Ternak Unggas ( Puyuh )