Laporan Biokimia



BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Biokimia adalah ilmu yang mempelajari proses kimia dan reaksi yang terjadi dalam organisme hidup. Biokimia juga sebagai ilmu yang mempelajari struktur dan fungsi komponen selular, seperti protein, karbohidrat, lipid, asam nukleat, dan biomolekul lainnya. Saat ini biokimia lebih terfokus secara khusus pada kimia reaksi termediasi enzim dan sifat-sifat protein.
Asam amino adalah senyawa organik yang mengandung gugus amino dan gugus asam (biasanya asam karboksilat). Dalam biokimia seringkali pengertiannya dipersempit: keduanya terikat pada satu atom karbon (C) yang sama (disebut atom C "alfa" atau α). Gugus karboksil memberikan sifat asam dan gugus amina memberikan sifatbasa. Dalam bentuk larutan, asam amino bersifat amfoterik: cenderung menjadi asam pada larutan basa dan menjadi basa pada larutan asam. Perilaku ini terjadi karena asam amino mampu menjadi zwitter-ion. Asam amino termasuk golongan senyawa yang paling banyak dipelajari karena salah satu fungsinya sangat penting dalam organisme, yaitu sebagai penyusun protein.
Uji Ninhidrin atau tes ninhidrin digunakan untuk menunjukkan adanya asam amino dalam zat yang di uji .Dalam uji ini digunakan larutan ninhidrin untuk mendeteksi semua jenis asam amino. Ninhidrin (2,2-Dihydroxyindane-1,3-dione) merupakan senyawa kimia yang digunakan untuk mendeteksi gugus amina dalam molekul asam amino. Asam amino bereaksi dengan ninhidrin membentuk aldehida dengan satu atom C lebih rendah dan melepaskan molekul NH3 dan CO2. Ninhidrin yang telah bereaksi akan membentuk hidrindantin. Hasil positif ditandai dengan terbentuknya kompleks berwarna biru/keunguan yang disebabkan oleh molekul ninhidrin dan hidrindantin yang yang bereaksi dengan NH3setelah asam amino tersebut dioksidasi.
Pada umumnya asam amino diperoleh sebagai hasil hidrolisis protein,  baik menggunakan enzim maupun dengan menggunakan asam, dengan cara ini diperoleh campuran bermacam-macam asam amino dan untuk menentukan jenis asam amino maupun kualitasnya masing-masing asam amino perlu diadakan pemisahan antara asam-asam amino tersebut. Ada empat tingkat struktur dasar protein, yaitu struktur primer, sekunder, tersier, dan kuartener.
Susunan primer protein merupakan suatu rangkaian uhit-unit asam amino dengan gugus-gugus R berda dalam posisi “trans”. Struktur sekunder nama lainnya adalah stuktur helik, terjadi karenapa adanya ikatan hydrogen antara atom oksigen dari radikal karboksil dengan atom hydrogen dari radikal –N-H yang terdapat pada 1 rantai peptide. struktur tersier menunjukkan kecenderungan peptide membentuk lipatan dan dengan demikian membentuk 5 struktur yang lebih kompleks. Struktur kuaterner menunjukkan derajat persekutuan unit-unit protein. Asam amino ialah asam karboksilat yang mempunyai gugus amino. Asam amino yang terdapat sebagai komponen protein mempunyai gugus –NH2 pada atom karbon α dari posisi gugus –COOH. Asam amino umumnya mudah larut dalam air, dan hanya sedikit atau bahkan tidak larut dalam pelarut organic, dan titik leburnya sangat tinggi.
 Protein sederhana adalah molekul yang semata-mata tersusun dari sebuah atau beberapa rantai peptida.
Protein terkonnjugasi  adalah struktur yang juga melibatkan bagian bukan protein yang disebut gugus prostetik. Gugus prostetik sering kali berupa ion logam atau molekul organik kecil.Rantai peptida dari molekul protein yang sejenis selalu terlipat dengan cara yang sama. Pelipatan rantai peptida membentuk molekul protein tertentu disebut dengan konformasi rantai.
           Faktor-faktor yang mempengaruhi konformasi protein antara lain hadirnya residu asam ammino aromatik atau alifatik dalam rantai peptida, jembatan disulfida, ikatan ion (jembatan garam), dan ikatan hidrogen.
Protein merupakan komponen utama semua sel mahluk hidup. Protein berfungsi sebagai pembentuk struktur sel yang menghasilkan hormon, enzim, dan lain-lain. Ditinjau dari segi kimia, protein merupakan suatu senyawa polimer dari asam amino dengan berat molekul tingi (104 sampai 106).
            Karbohidrat terdiri dari Monosakarida, yang merupakan senyawa orgarnik yang sangat banyak terdapat dibumi ini.Karbohidrat dapat dibagi menjadi Monosakarida, Oligosakarisa dan Polisakarida. Lipida (lemak) tidak dapat dalam air, tapi bisa larut dalam kloroform, bensin. Lipida disusun atas rantai Hidrokarbon panjang berantai lurus, bercbang, atau membuat unsur siklis.
Karbohirat merupakan senyawa organik yang paling berlimpah di bumi ini, yang tersusun terutama oleh monosakarida. Sebagian besar zat-zat alam merupakan golongan karbohirat fungsinya sebagai bahan baku (bahan sumber energi) baik untuk mikroorganime, tumbuhan maupun hewan.
Karbohidrat sering disebut dengan sakar, yang terbentuk pada proses fotosintesis sehingga merupakan senyawa perantara awal dalam penyatuan CO2, Hidrogen, Oksigen, dan energi matahari ke dalam bentuk hayati. Karbohidrat merupakan sumber karbon untuk sintesa biomolekul dan sebagai bentuk energy poiimerik, dan komponen dari unsur- unsur struktural sel dan merupakan bagian dari asam nukleat. Dan karbohidrat ini mengandung komponen utama dan paling utama yaitu monosakarida.
Karbohidrat merupakan komponen penting pada beberapa senyawa seperti dinding sel tanaman bakteri, mukopolisakarida kulit dan jaringan pengikat pada hewan. Karbohidrat dibagi atas monosakarida seperti fruktosa" glukosa, manosa galaktosa dan sebagainya.Komponen gula yang terdiri 6 atom C, disakarida (2 komponen monosakarida), oligosakarida (3-6 komponen monosakarida) ditentukan juga oleh gugus yang karakteristik sebagai aldoheksosa atau ketoheksosa. Monomer monosakarida merupakan senyawa aldosa atau ketosa yang dinamakan sesuai dengan jumlah karton pada eantainya. Mengenai struktur senyawa karbohidrat dikenal sistem terbuka dari E. Fischer, terfutup dari Tollens, dan berbanding yang diproyeksikan dari Harworth. Pembagian selengkapanya dari karbohidrat adalah sebagai berikut monosakarida disebut juga gula sederhana diosa, triosa, tetrosa dan pentosa (arabinosa, xylosa dan ribosa), heksosa (glukosa, fruktosa galaktosa dan manosa). Kedua oligosakarida yaitu di, tri, tera, penta dan heksasakarida (disakarida terdiri sukrosa maltosa, laktosa), dan ketiga polisakarida yaitu amilum, glikogen, dekstrin, dan selulosa.
Karbohidrat ini tersusun oleh tiga bagaian yaitu polihidroksi aldehid, polihidroksi protease, dan polihidroksi keton. Karbohidrat terdiri dari tiga bagian diantaranya monosakaraida, oligosakarida, dan polisakarida.
Lipida merupakan komponen sel atau jaringan yang terdiri atas beraneka ragam senyawa yang sebagian besar hanya larut dalam pelarut organik. Lipida tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organiknya, berupa: eter, kloroform, benzen, alcohol, bensin, dan tetra yang karena sebagian besar tergolong gugus lipofil. Secara sederhana lipida terdiri dari asil gliserol, fosfolipida, sfingolipida, glikolipida, lipida terpen, termasuk korotenoid, dan steroid. Dalam lipida ini terdapat dua komponen utama yaitu lemak (olive), dan minyak (oil). Lemak lebih banyak ditemukan pada hewan, dan minyak lebih banyak diperoleh dari tumbuh- tumbuhan.
Lemak (lipida) merupakan senyawa organik yang tidak larut dalarn air tetapi dapat diekstrasikan dengan pelarut non polar seperti kloroform, benzen, dan eter. Lemak terdiri dari ester asam lemak dan gliserin, Iemak tidak dalam air tetapi larut dalam ester, kloroform, bensin" karena sebagian besar tergolong gugus lipofil. Dialam terdapat sebagai lemak yang netral dan disamping zat-zat yang menyerupai lemak (lipoid). Lipida terutama disusun atas rantai hidrokarbon panjang beiantai lurus, bercabang atau membuat stnrktur siklis. Lipida kompleks mengandung komponen non lipida seperti fosfat pada lipida protein pada proteolipida atau pada glukolipida. Trigleserida atau hiasil gliserol merupakan molekul tidak bermuatan dan dikenal juga sebagai lipida nehal, lemak atau minyak sederhana. Trigleserida merupakan bagian lipida yang dikonsumsi. Trigleserida terurai menjadi komponen penyusun oleh lipase. Fosfolipida merupakan turunan tiasil gliserol yang salah satu komponen asam lemaknya oleh senyawa fosfat. Fosfolipida yang sering dijumpai dialam adalah lesitin, sefalin" fosfogliserida serin, fosfogleserida inositol.
Trigliserida disebut juga lipid Netral, yang merupakan molekul yang tidak bermutan. Sedangkan Enzim protein yang disentesis oleh sel hidup untuk mengktalisis reaksi yang berlangsung didalamnya.
Enzim merupakan protein yang disentesis oleh sel hidup untukmengkatalisasi reaksi yang berlangsung didalamnya. Oleh karena reaksi yang enzimatis sangat bervariasi, maka biokatalisator yang dibentuk, jumlah maupun jenisnya tak terhitung banyaknya. Enzim merupakan biokatalisator dengan spesifikasi dan efisiensi tinggi. Enzim dapat diproduksi dengan cara mengektraksi dari jaringan tanaman atau hewan dan mikroorganisme.
Cara ini memiliki beberapa kelemahan, sehinggga yang sering dan umum dilakukan adalah cara membiakkan mikroba penghasil enzim yang dikehendaki pada media tertentu kemudin diektraksi. Keuntungan memproduksi enzim dari mikroba antara lain biaya produksi lebih rendah, dapat di produksi dalam waktu singkat serta mudah dikontrol. Kecepatan produksi enzim dapat lebih ditingkatkan dengan mengunakan strain mikroba, induksi mutan dan perbaikan kondisi kultur pertumbuhannya.
Enzim secara khasnya disebut dengan katalisator yaitu dapat mempercepat terjadinya suatu reaksi, tetapi pada umumnya tidak ikut muncul dalam perekasian tersebut. Enzim ini juga merupakan protein yang disintesis oleh sel hidup untuk mengkatalisis reaksi yang berlangsung di dalamnya, enzim ini juga disebut biokatalisator dengan spesifisitas dan efisiensi tinggi. Enzim ini diproduksi dengan cara mengekstraksi dari jaringan tanaman atau hewan dan mikroorganisme. Di dalam tubuh enzim ini sangat dibutuhkan oleh jaringan tubuh kita, karena jika tidak ada enzim maka proses reaksi ditubuh kita akan berjalan lambat. Sebagai parameter dari reaksi enzimatis yang diketahui dalam penelitian yaitu Kmax dan Vmax yang menyatakan bahwa semakin murni suatu enzim maka akan semakin tinggi pula spesifik aktifitasnya.
1.2. Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum protein dan asam amino adalah untuk mengetahui kelarutan asam amino contohnya pada larutan HCl, NaOH, etanol dan aquades. Serta mengetahui uji ninhidrin adalah perubahan warna atau tidak dan mengidentifikasi uji alfa asam amino.
Pada praktikum karbohidrat tujuannya untuk mengetahui terjadinya fermentasi yang dilakukan oleh sel ragi serta untuk menguji adanya karbohidrat dari beberapa bahan yang di uji (secara umum).
Tujuan dari praktikum lipida adalah untuk melihat daya kelarutan lipida dan asam-asam lemak dalam berbagai pelarut dan untuk mengemati keadaan emulsi dari lemak dan zat-zat yang bertindak sebagai emulgator.
Adapun tujuan dari praktikum biokimia yang berjudul enzim adalah untuk mengetahui pengaruh enzim papain dalam krimsantan kelapa untuk menghasilkan minyak, dan juga untuk mengetahui volume dan mutu dari minyak yang dihasilkan.
1.3. Manfaat

Adapun manfaat dari praktikum protein dan asam amino adalah agar praktikan mengetahui kelarutan asam amino contohnya pada larutan HCl, NaOH, etanol dan aquades. Serta mengetahui uji ninhidrin adalah perubahan warna atau tidak dan mengidentifikasi uji alfa asam amino.
Pada praktikum karbohidrat manfaatnya adalah agar praktikan mengetahui terjadinya fermentasi yang dilakukan oleh sel ragi serta untuk menguji adanya karbohidrat dari beberapa bahan yang di uji (secara umum).
Manfaat dari praktikum lipida adalah agar praktikan dapat melihat daya kelarutan lipida dan asam-asam lemak dalam berbagai pelarut dan untuk mengemati keadaan emulsi dari lemak dan zat-zat yang bertindak sebagai emulgator.
Adapun  manfaat dari praktikum biokimia yang berjudul enzim adalah agar praktikan mengetahui pengaruh enzim papain dalam krimsantan kelapa untuk menghasilkan minyak, dan juga untuk mengetahui volume dan mutu dari minyak yang dihasilkan.





BAB II
TINJUAN PUSTAKA
Protein dan Asam Amino
Asam amino histidin diperoleh dari hasil hidrolisis protein yang terdapat pada sperma suatu jenis ikan (kavir). Histidin berfungsi mendorong pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh yang rusak (Edison, 2009).
Asam-asam amino diperlukan dalam sintesis protein tubuh dan senyawa-senyawa lain secara fisiologis penting bagi metabolisme, misalnya hormon-hormon neurotransmiter (Gusrina, 2008).
Tirosin merupakan asam amino yang mempunyai fenol dan bersifat asam lemah ( Linder, 2000)
Pada organisme tingkat tinggi, pertumbuhan dan diferensiasi diatur oleh protein faktor pertumbuhan. Misalnya faktor pertumbuhan saraf mengendalikan pertumbuhan jaringan saraf. Selain itu, banyak hormon merupakan protein (Santoso, H. 2008)
Protein lengkap yang mengandung semua jenis asam amino esensial, ditemukan dalam daging, ikan, unggas, keju, telur, susu, produk sejenis Quark, tumbuhan berbiji, suku polong-polongan, dan kentang. Protein tidak lengkap ditemukan dalam sayuran, padi-padian, dan polong-polongan (Sloane, E. 2004).
Asam amino esensial merupakan asam amino yang tidak dapat disintesi oleh tubuh sehingga harus di masukkan dari luar tubuh manusia, sedangkan asam amino nonesensial adalah asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh manusia dengan bahan baku asam amino lainnya (Sitompul, 2004).
Kecernaan protein dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain sumber protein, ukuran partikel, perlakuan sebelum dan setelah pembuatan pakan, jenis dan ukuran ikan, jumlah konsumsi pakan, suhu, dan komponen nonprotein dalam pakan (Usman et al, 2003).
Protein berfungsi sebagai zat pembangun jaringang-jaringan baru, pengatur peroses metabolisme tubuh dan sebagai bahan bakar apabila keperluan energi tubuh tidak terpenuhi oleh lemak dan karbohidrat (Winamo, 2001).

Karbohidrat
Karbohidrat diserap oleh jaringan tubuh terutama dalam bentuk glukosa, yang berfungsi dalam metabolisme yaitu sebagai sumber energi, sebagai cadangan energi yang ditimbun dalam bentuk glikogen, dan untuk diubah menjadi trigliserida maupun asam-asam amino non esensial. Umumnya, ikan menyimpan pati dalam bentuk α-amilase (Buwono, 2000).
Pati ubi kayu menunjukkan terjadinya hidrolisis dan terdapat butiran-butiran yang berupa amilum (Diwan, 2012).
Aquades merupakan pelarut bukan reagen dan memiliki pH netral (Putri, 2012).
Fermentasi merupakan suatu reaksi oksidasi reduksi di dalam system biologi yang menghasilkan energi, dimana sebagai donor dan eseptor digunkan senyawa organic (Ristiati, 2000)
Harga pH minimum untuk ragi 1,5-2,0 dan pH maksimum adalah 11,0. Hal ini menunjukkan mikroba pada sel ragi dapat bekerja pada pH basa maupun asam (Suriawiria, 2000).
Aquades bukanlah polisakarida dan amilum termasuk polisakarida (Sumardjo, 2009).
Reaksi yang di berikan oleh larutan karbohidrat berupa larutan yang berwarna coklat (Sumardjo, 2009).
Penyusun karbohidrat adalah C, H, dan O yang terbentuk dari peristiwa fotosintesis pada tumbuhan. Karbohidrat memiliki peran sebagai sumber energi utama, setiap 1 gram karbohidrat mengandung 4,1 kalori, membentuk senyawa – senyawa organik seperti lemak dan protein, menjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh. Manusia tidak dapat terlepas dari peranan karbohidrat dalam melaksanakan aktivitasnya. Berbagai sumber makanan seperti beras dan jagung merupakan sumber karbohidrat utama. Karbohidrat didalam tubuh manusia disimpan dalam bentuk glikogen yang terdapat dalam otot sekitar 245-350 gram, dalam hati sekitar 90-108 gram dan di darah dalam bentuk glukosa sekitar 17 gram. Kebutuhan karbohidrat pada setiap manusia tidaklah sama antara seorang pelajar, pekerja ringan, pekerja berat, dan pemikir. Rata-rata kita hanya membutuhkan 1 gram per berat badan per hari, artinya bila memiliki berat tubuh 50 kg, maka kebutuhan tubuh kita akan karbohidrat per hari adalah 50 gram (Wahyu, Iwan. 2006: 144).

Lipida

Lipida merupakan asam lemak dan biasanya zat tersebut tidak larut dalam air akan tetapi larut dalam pelarut lemak (Ansell, 2001).
Minyak sayur (kedelai, jagung, biji bunga matahari dan kanola) mengandung sekitar 87-93% asam lemak tak jenuh yang sangat peka terhadap pemanasan. Proses menggoreng dengan cara deep frying, selain menyebabkan pembentukan asam lemak jenuh rantai panjang (LCFA), juga menimbulkan reaksi polimerisasi termal dan reaksi oksidasi yang membentuk asam lemak trans (Fannema, 2003).
Lemak dan minyak adalah senyawa lipida yang paling banyak di alam. Perbedaan antara keduanya adalah perbedaan konsistensi/sifat fisik pada suhu kamar, yaitu lemak berbentuk padat sedangkan minyak berbentuk cair. Perbedan titik cair dari lemak disebabkan karena perbedaan jumlah ikatan rangkap, panjang rantai karbon, bentuk cis atau trans yang terkandung di dalam asam lemak tidak jenuh (Kataren, S. 2001)
Asam lemak jenuh (Saturated Fatty Acid/SFA) adalah asam lemak yang tidak memiliki ikatan rangkap pada atom karbon. Ini berarti asam lemak jenuh tidak peka terhadap oksidasi dan pembentukan radikal bebas seperti halnya asam lemak tidak jenuh. Efek dominan dari asam lemak jenuh adalah peningkatan kadar kolesterol total dan K-LDL (kolesterol LDL) (Muller H. 2003)
Lemak tidak dapat larut didalam air tetapi larut dalam suatu satu atau lebih dari pelarut organik misalnya eter, aseton, klorofrom, benzene, yang sering juga disebut pelarut lemak (Supriyanti, 2009)
Minyak dan lemak dapat dibedakan berdasarkan titik lelehnya, pada suhu kamar minyak berwujud cair dan lemak berwujud padat (Santoso, 2008).
Jika air dan lemak dikocok akan terjadi emulsi yang tidak stabil sehingga akan kembali pada bentuk semula setelah didiamkan sejenak (Yustus, 2002).

Enzim

Pada prinsipnya kerja enzim sebagian besar bekerja secara khas, yang artinya setiap jenis enzim hanya dapat bekerja pada satu macam senyawa atau pada reaksi kimia yang tertentu saja (Enger, 2000).
Aktifitas enzim dipengaruhi oleh konsentrasi enzim dan substrat, suhu, pH, serta inhibitor Dalam penelitian ini digunakan jumlah substrat yang berupa nutrien dengan jumlah berbeda, oleh karena itu nilai kecernaan yang menurun diduga disebabkan oleh jumlah nilai kadar nutrien pada komposisi pakan (Fujaya, 2004).
Enzim papain adalah enzim proteolitik yang terdapat pada getah tanaman papaya (cacica papaya L). secara umum yang dimaksud dengan papain adalah papain yang dimurnikan maupun papain yang masih kasar. Semua bagian papaya seperti buah, daun, tangkai daun, dan batang mengandung enzim papain dalam getahnya, tetapi bagian yang paling banyak mengandung enzim papain adalah buahnya (Fennema, 2005)
Pada suhu optimum, tumbukan antara enzim dan substrat sangat efektif, sehingga pembentukan kompleks enzim-substrat semakin mudah dan produk yang terbentuk semakin banyak, namun pada suhu yang terlalu tinggi, akan mempercepat kerusakan pada konformasi gugus aktif enzim (denaturasi enzim) sehingga enzim mengalami hambatan dalam berinteraksi dengan substrat dan aktivitas katalitik enzim akan menurun (Kilara, 2007).
Getah pepaya memiliki rasa pahit yang disebabkan oleh kandungan alkaloid carpain dan enzim papain (Kalie, 2003).
Keuntungan memproduksi enzim dari mikroba antara lain biaya produksi lebih rendah dapat diproduksi dalam waktu singkat serta mudah dikontrol (Stone, 2003).
Pada penambahan getah buah papaya muda dengan krim santan kelapa jika dicampur antara yang dengan yang lain maka dari warna rasa dan baunya akan jauh berubah dari awalnya (Wibowo, 2001).


1.1 Tabel Kelarutan Asam Amino
No.
Larutan
Glisin
Lisin
1.
HCl
Larut
Larut
2.
NaOH
Larut
Larut
3.
Etanol
Tidak Larut
Tidak Larut
4.
Aquades
Larut
Larut

1.4.Tabel Uji Ninhidrin
No.
Asam Amino
Warna
1.
Glisin
Tidak Ada Perubahan Warna
2.
Histidin
Tidak Ada Perubahan Warna
3.
Arginin
Tidak Ada Perubahan Warna
4.
Triptophan
Tidak Ada Perubahan Warna
5.
Tirosin
Tidak Ada Perubahan Warna

1.5.Peragian
No.
Nama Bahan
Hasil
1.
Ragi
Wara Putih Susu, Terdapat Gelembung
2.
Tanpa Ragi
Warna putih jernih, Tidak terdapat gelembung

1.6.Uji Iod
No.
Nama Bahan
Warna
1.
Sari Nanas
Hijau Muda
2.
Pati Ubi Kayu
Ungu
3.
Santan Kara
Krim
4.
Sari Ubi Kayu
Coklat Kekuningan
5.
Aquades
Kuning Keemasan

                                        



1.7.Daya Kelarutan Lipida
Asam Lemak
Pelarut
Air
Alkohol
Klorofrom
Etanol
Oksalat
Larut
Larut
Tidak Larut
Larut
Keju
Tidak Larut
Larut
Tidak Larut
Tidak Larut
Margarin
Tidak Larut
Tidak Larut
Larut
Tidak Larut
Minyak Zaitun
Tidak Larut
Tidak Larut
Larut
Tidak Larut

1.8.Emulsi dari Lemak
Lemak
HCl Encer
Soda
Minyak Parafin
Tidak Stabil
Stabil
Minyak Kelapa
Tidak Stabil
Stabil

1.9.Kesukaan Santan Kara


Nama
Santan Kara
Warna
Rasa
Bau
Dede Barja S.
V
v
v
M. Toriq
v
v
v
Rts. Reicca L
V
v
v
Totok Eko S.
V
v
v
Rts. Nurul Adhani
V
v
v

1.10.        Kesukaan Getah Pepaya

Nama
Getah Pepaya
Warna
Rasa
Bau
Dede Barja S.
V
x
v
M. Toriq
X
X
X
Rts. Reicca L
X
X
x
Totok Eko S.
V
X
v
Rts. Nurul Adhani
V
X
V

1.11.        Kesusahan Satan Kara+ Getah Pepaya
Nama
Santan Kara + Getah Pepaya
Warna
Rasa
Bau
Dede Barja S.
V
x
X
M. Toriq
X
X
X
Rts. Reicca L
X
X
X
Totok Eko S.
X
X
v
Rts. Nurul Adhani
X
v
V

DAFTAR PUSTAKA

Sloane, E. 2004. Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula. Penerbit Buku Kedokteran EGC: Jakarta.
Santoso, H. 2008. Analisa Bahan Makanan dan Pertanian. Penerbit Liberty: Yogyakarta.
Usman, N.N. Palinggi, dan N. A. Giri. 2003. Pemanfaatan beberapa jenis karbohidart bagi pertumbuhan dan efisiensi pakan yuwana ikan kerapu bebek (Cromileptes altivelis). J. Penelitian Perikanan Indonesia, 9(2):21-28.
Winamo . 2001. Kebutuhan asam amino esensial dalam ransum ikan. Kanisius. Yogyakarta. 56hlm.
Gusrina. 2008. Kebutuhan protein dan asam amino pada ikan Teleostei. Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya. Malang. 60hlm.
Sitompul S.2004. Analisi asam amino tepung ikan dan bungkil kedelai.Buletin Teknik Pertanian.9 (1) : 33-37.
Linder Me.2000.Biokimia nutrisi dan metabolism dengan pemakaian secara kimia. Amindin D. penerjemah.Jakarta.UI press.
Edison T.2009.Amno acid : esensial for our bodies.
Buwono, I.D. 2000. Kebutuhan asam amino esensial dalam ransum ikan. Kanisius. Yogyakarta. 56hlm.
Wahyu, Iwan. 2006. Biologi untuk SMA/MA Kelas XI. Bogor: CV Regina
Suriwira, U. 2000. Pengantar Mikrobiologi Umum. Bandung : Angkasa
Ristiati, N.2000.Pengantar Mikro Biologi Umum Dapertemen Pendidikan Nasional Jakarta.
Sumardjo, S.2009.Analisis bahan pakan dan pertanian.Liberty Yogyakarta.
Diwan,2012. Percobaan Iod. SCRIBD.BIOKIMIA.ITB:Bandung
Putri, Beta Alfisyahri.2012.Karbohidrat.SCRIBD.Karbohidrat.UTB:Bandung.
Ketaren S. Pengantar teknologi minyak dan lemak pangan. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia; 2001.Fennema OR. Food chemistry.
Fennema OR. 2003.Food chemistry. 3 ed. USA: Marcel Dekker. Inc; .p.9- 22
Ansell.2001.Langkah Pertama Dalam Kimia. Erlangga. Jakarta.
Supriyanti, F.M. Titin.2009. Dasar-dasar Biokimia.Jakarta:Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press)
Santoso, Anwar.2008.Rumus Lengkap Kimia SMA.Jakarta:PT Wahya Media
Yuntus.2001.Pengantar Praktikan Kimia Organik. Dekbut Dirjen Pendidikan Tinggi:Yogyakarta.
Muller H. 2003. The serum LDL/HDL cholesterol ratio is influenced more favorably by exchanging saturated with unsaturated fat than by reducing saturated fat in the diet of women. J Nutr.
Fujaya, Y. 2004. Fisiologi ikan dasar pengembangan teknik perikanan. Cetakan pertama. Rineka Putra. Jakarta. 165hlm.
Engger.2000. Feed manufacturing and use. Takeda Chemical Industries, Ltd. Japan. 48p
Faneema, 2005. Enzim Pangan. Gramedia. Jakarta.
Kalie.2003. Industrial Enzymology. The Application of Enzymes in Industry. Stocon Press, New York.
Wibowo .2001. Pengantar Teknologi Pangan, P.T. Gramedia, Jakarta.
Stone.2003. Enzim dan Bioteknologi. PAU Bioteknologi IPB. Bogor.
Kilara.2007. Denaturation. Di dalam: Nakai, S., Modle H. W. Editor. Food Proteins. VCH. USA. 13.
 

Comments

Popular posts from this blog

Laporan Manajemen Ternak Unggas ( Puyuh )