Laporan Biokimia
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Biokimia adalah ilmu yang mempelajari
proses kimia dan reaksi yang terjadi dalam organisme hidup. Biokimia
juga sebagai ilmu yang mempelajari struktur dan fungsi komponen selular,
seperti protein, karbohidrat, lipid, asam nukleat, dan biomolekul lainnya. Saat
ini biokimia lebih terfokus secara khusus pada kimia reaksi termediasi enzim
dan sifat-sifat protein.
Asam amino adalah senyawa organik yang
mengandung gugus amino dan gugus asam (biasanya asam karboksilat). Dalam biokimia seringkali pengertiannya dipersempit: keduanya terikat pada
satu atom karbon (C) yang sama (disebut atom
C "alfa" atau α). Gugus karboksil
memberikan sifat asam dan gugus amina memberikan sifatbasa. Dalam bentuk larutan, asam amino bersifat amfoterik: cenderung menjadi asam pada larutan basa dan menjadi basa
pada larutan asam. Perilaku ini terjadi karena asam amino mampu menjadi zwitter-ion. Asam
amino termasuk golongan senyawa yang paling banyak dipelajari karena salah satu
fungsinya sangat penting dalam organisme, yaitu sebagai penyusun protein.
Uji Ninhidrin atau tes ninhidrin digunakan untuk menunjukkan
adanya asam amino dalam zat yang di uji .Dalam uji ini digunakan larutan
ninhidrin untuk mendeteksi semua jenis asam amino. Ninhidrin (2,2-Dihydroxyindane-1,3-dione)
merupakan senyawa kimia yang digunakan untuk mendeteksi gugus amina dalam
molekul asam amino. Asam amino bereaksi dengan ninhidrin membentuk aldehida
dengan satu atom C lebih rendah dan melepaskan molekul NH3 dan CO2. Ninhidrin yang telah bereaksi
akan membentuk hidrindantin. Hasil positif ditandai dengan terbentuknya
kompleks berwarna biru/keunguan yang disebabkan oleh molekul ninhidrin dan
hidrindantin yang yang bereaksi dengan NH3setelah asam amino tersebut
dioksidasi.
Pada umumnya asam amino diperoleh
sebagai hasil hidrolisis protein, baik menggunakan enzim maupun
dengan menggunakan asam, dengan cara ini diperoleh campuran bermacam-macam asam
amino dan untuk menentukan jenis asam amino maupun kualitasnya masing-masing
asam amino perlu diadakan pemisahan antara asam-asam amino tersebut. Ada empat
tingkat struktur dasar protein, yaitu struktur primer, sekunder, tersier, dan
kuartener.
Susunan
primer protein merupakan suatu rangkaian uhit-unit asam amino dengan
gugus-gugus R berda dalam posisi “trans”. Struktur sekunder nama lainnya adalah
stuktur helik, terjadi karenapa adanya ikatan hydrogen antara atom oksigen dari
radikal karboksil dengan atom hydrogen dari radikal –N-H yang terdapat pada 1
rantai peptide. struktur tersier menunjukkan kecenderungan peptide membentuk
lipatan dan dengan demikian membentuk 5 struktur yang lebih kompleks. Struktur
kuaterner menunjukkan derajat persekutuan unit-unit protein. Asam amino ialah
asam karboksilat yang mempunyai gugus amino. Asam amino yang terdapat sebagai
komponen protein mempunyai gugus –NH2 pada atom karbon α dari posisi
gugus –COOH. Asam amino umumnya mudah larut dalam air, dan hanya sedikit atau
bahkan tidak larut dalam pelarut organic, dan titik leburnya sangat tinggi.
Protein
sederhana adalah molekul yang semata-mata tersusun dari sebuah atau beberapa
rantai peptida.
Protein
terkonnjugasi adalah struktur yang juga melibatkan bagian bukan protein
yang disebut gugus prostetik. Gugus prostetik sering kali berupa ion logam atau
molekul organik kecil.Rantai peptida dari molekul protein yang sejenis selalu
terlipat dengan cara yang sama. Pelipatan rantai peptida membentuk molekul
protein tertentu disebut dengan konformasi rantai.
Faktor-faktor yang mempengaruhi konformasi protein antara lain hadirnya residu
asam ammino aromatik atau alifatik dalam rantai peptida, jembatan disulfida,
ikatan ion (jembatan garam), dan ikatan hidrogen.
Protein merupakan komponen utama
semua sel mahluk hidup. Protein berfungsi sebagai pembentuk struktur sel yang
menghasilkan hormon, enzim, dan lain-lain. Ditinjau dari segi kimia, protein
merupakan suatu senyawa polimer dari asam amino dengan berat molekul tingi (104 sampai
106).
Karbohidrat
terdiri dari Monosakarida, yang merupakan senyawa orgarnik yang sangat banyak
terdapat dibumi ini.Karbohidrat dapat dibagi menjadi Monosakarida,
Oligosakarisa dan Polisakarida. Lipida (lemak) tidak dapat dalam air, tapi bisa
larut dalam kloroform, bensin. Lipida disusun atas rantai Hidrokarbon panjang
berantai lurus, bercbang, atau membuat unsur siklis.
Karbohirat merupakan senyawa organik yang paling
berlimpah di bumi ini, yang tersusun terutama oleh monosakarida. Sebagian besar
zat-zat alam merupakan golongan karbohirat fungsinya sebagai bahan baku (bahan
sumber energi) baik untuk mikroorganime, tumbuhan maupun hewan.
Karbohidrat
sering disebut dengan sakar, yang terbentuk pada proses fotosintesis sehingga
merupakan senyawa perantara awal dalam penyatuan CO2, Hidrogen,
Oksigen, dan energi matahari ke dalam bentuk hayati. Karbohidrat merupakan sumber karbon
untuk sintesa biomolekul dan sebagai bentuk energy poiimerik, dan komponen dari
unsur- unsur struktural sel dan merupakan bagian dari asam nukleat. Dan
karbohidrat ini mengandung komponen utama dan paling utama yaitu monosakarida.
Karbohidrat merupakan komponen
penting pada beberapa senyawa seperti dinding sel tanaman bakteri, mukopolisakarida
kulit dan jaringan pengikat pada hewan. Karbohidrat dibagi atas monosakarida
seperti fruktosa" glukosa, manosa galaktosa dan sebagainya.Komponen gula
yang terdiri 6 atom C, disakarida (2 komponen monosakarida), oligosakarida (3-6
komponen monosakarida) ditentukan juga oleh gugus yang karakteristik sebagai
aldoheksosa atau ketoheksosa. Monomer monosakarida merupakan senyawa aldosa
atau ketosa yang dinamakan sesuai dengan jumlah karton pada eantainya. Mengenai
struktur senyawa karbohidrat dikenal sistem terbuka dari E. Fischer, terfutup
dari Tollens, dan berbanding yang diproyeksikan dari Harworth. Pembagian
selengkapanya dari karbohidrat adalah sebagai berikut monosakarida disebut juga
gula sederhana diosa, triosa, tetrosa dan pentosa (arabinosa, xylosa dan
ribosa), heksosa (glukosa, fruktosa galaktosa dan manosa). Kedua oligosakarida
yaitu di, tri, tera, penta dan heksasakarida (disakarida terdiri sukrosa
maltosa, laktosa), dan ketiga polisakarida yaitu amilum, glikogen, dekstrin,
dan selulosa.
Karbohidrat
ini tersusun oleh tiga bagaian yaitu polihidroksi aldehid, polihidroksi
protease, dan polihidroksi keton. Karbohidrat terdiri dari tiga bagian
diantaranya monosakaraida, oligosakarida, dan polisakarida.
Lipida
merupakan komponen sel atau jaringan yang terdiri atas beraneka ragam senyawa
yang sebagian besar hanya larut dalam pelarut organik. Lipida tidak larut dalam
air, tetapi larut dalam pelarut organiknya, berupa: eter, kloroform, benzen,
alcohol, bensin, dan tetra yang karena sebagian besar tergolong gugus lipofil.
Secara sederhana lipida terdiri dari asil gliserol, fosfolipida, sfingolipida,
glikolipida, lipida terpen, termasuk korotenoid, dan steroid. Dalam lipida ini
terdapat dua komponen utama yaitu lemak (olive), dan minyak (oil). Lemak lebih
banyak ditemukan pada hewan, dan minyak lebih banyak diperoleh dari tumbuh-
tumbuhan.
Lemak
(lipida) merupakan senyawa organik yang tidak larut dalarn air tetapi dapat
diekstrasikan dengan pelarut non polar seperti kloroform, benzen, dan eter.
Lemak terdiri dari ester asam lemak dan gliserin, Iemak tidak dalam air tetapi
larut dalam ester, kloroform, bensin" karena sebagian besar tergolong
gugus lipofil. Dialam terdapat sebagai lemak yang netral dan disamping zat-zat
yang menyerupai lemak (lipoid). Lipida terutama disusun atas rantai hidrokarbon
panjang beiantai lurus, bercabang atau membuat stnrktur siklis. Lipida kompleks
mengandung komponen non lipida seperti fosfat pada lipida protein pada
proteolipida atau pada glukolipida. Trigleserida atau hiasil gliserol merupakan
molekul tidak bermuatan dan dikenal juga sebagai lipida nehal, lemak atau
minyak sederhana. Trigleserida merupakan bagian lipida yang dikonsumsi.
Trigleserida terurai menjadi komponen penyusun oleh lipase. Fosfolipida
merupakan turunan tiasil gliserol yang salah satu komponen asam lemaknya oleh
senyawa fosfat. Fosfolipida yang sering dijumpai dialam adalah lesitin,
sefalin" fosfogliserida serin, fosfogleserida inositol.
Trigliserida
disebut juga lipid Netral, yang merupakan molekul yang tidak bermutan.
Sedangkan Enzim protein yang disentesis oleh sel hidup untuk mengktalisis
reaksi yang berlangsung didalamnya.
Enzim merupakan
protein yang disentesis oleh sel hidup untukmengkatalisasi reaksi yang
berlangsung didalamnya. Oleh karena reaksi yang enzimatis sangat bervariasi,
maka biokatalisator yang dibentuk, jumlah maupun jenisnya tak terhitung
banyaknya. Enzim merupakan biokatalisator dengan spesifikasi dan efisiensi
tinggi. Enzim dapat diproduksi dengan cara mengektraksi dari jaringan tanaman
atau hewan dan mikroorganisme.
Cara ini
memiliki beberapa kelemahan, sehinggga yang sering dan umum dilakukan adalah
cara membiakkan mikroba penghasil enzim yang dikehendaki pada media tertentu
kemudin diektraksi. Keuntungan memproduksi enzim dari mikroba antara lain biaya
produksi lebih rendah, dapat di produksi dalam waktu singkat serta mudah
dikontrol. Kecepatan produksi enzim dapat lebih ditingkatkan dengan mengunakan
strain mikroba, induksi mutan dan perbaikan kondisi kultur pertumbuhannya.
Enzim secara khasnya disebut dengan
katalisator yaitu dapat mempercepat terjadinya suatu reaksi, tetapi pada
umumnya tidak ikut muncul dalam perekasian tersebut. Enzim ini juga merupakan
protein yang disintesis oleh sel hidup untuk mengkatalisis reaksi yang berlangsung
di dalamnya, enzim ini juga disebut biokatalisator dengan spesifisitas dan
efisiensi tinggi. Enzim ini diproduksi dengan cara mengekstraksi dari
jaringan tanaman atau hewan dan mikroorganisme. Di dalam tubuh enzim ini sangat
dibutuhkan oleh jaringan tubuh kita, karena jika tidak ada enzim maka proses
reaksi ditubuh kita akan berjalan lambat. Sebagai parameter dari reaksi
enzimatis yang diketahui dalam penelitian yaitu Kmax dan Vmax yang menyatakan
bahwa semakin murni suatu enzim maka akan semakin tinggi pula spesifik
aktifitasnya.
1.2. Tujuan
Adapun
tujuan dari praktikum protein dan asam amino adalah untuk mengetahui kelarutan
asam amino contohnya pada larutan HCl, NaOH, etanol dan aquades. Serta
mengetahui uji ninhidrin adalah perubahan warna atau tidak dan mengidentifikasi
uji alfa asam amino.
Pada
praktikum karbohidrat tujuannya untuk mengetahui terjadinya fermentasi yang
dilakukan oleh sel ragi serta untuk menguji adanya karbohidrat dari beberapa
bahan yang di uji (secara umum).
Tujuan dari
praktikum lipida adalah untuk melihat daya kelarutan lipida dan asam-asam lemak
dalam berbagai pelarut dan untuk mengemati keadaan emulsi dari lemak dan
zat-zat yang bertindak sebagai emulgator.
Adapun tujuan dari praktikum biokimia
yang berjudul enzim adalah untuk mengetahui pengaruh enzim papain dalam
krimsantan kelapa untuk menghasilkan minyak, dan juga untuk mengetahui volume
dan mutu dari minyak yang dihasilkan.
1.3. Manfaat
Adapun
manfaat dari praktikum protein dan asam amino adalah agar praktikan mengetahui kelarutan
asam amino contohnya pada larutan HCl, NaOH, etanol dan aquades. Serta
mengetahui uji ninhidrin adalah perubahan warna atau tidak dan mengidentifikasi
uji alfa asam amino.
Pada
praktikum karbohidrat manfaatnya adalah agar praktikan mengetahui terjadinya
fermentasi yang dilakukan oleh sel ragi serta untuk menguji adanya karbohidrat
dari beberapa bahan yang di uji (secara umum).
Manfaat dari
praktikum lipida adalah agar praktikan dapat melihat daya kelarutan lipida dan
asam-asam lemak dalam berbagai pelarut dan untuk mengemati keadaan emulsi dari
lemak dan zat-zat yang bertindak sebagai emulgator.
Adapun manfaat dari praktikum biokimia yang berjudul
enzim adalah agar praktikan mengetahui pengaruh enzim papain dalam krimsantan
kelapa untuk menghasilkan minyak, dan juga untuk mengetahui volume dan mutu
dari minyak yang dihasilkan.
BAB II
TINJUAN PUSTAKA
Protein dan Asam Amino
Asam amino histidin diperoleh dari hasil hidrolisis
protein yang terdapat pada sperma suatu jenis ikan (kavir). Histidin berfungsi
mendorong pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh yang rusak (Edison, 2009).
Asam-asam amino diperlukan dalam sintesis protein
tubuh dan senyawa-senyawa lain secara fisiologis penting bagi metabolisme,
misalnya hormon-hormon neurotransmiter (Gusrina, 2008).
Tirosin merupakan asam amino yang mempunyai fenol dan
bersifat asam lemah ( Linder, 2000)
Pada organisme tingkat tinggi, pertumbuhan dan
diferensiasi diatur oleh protein faktor pertumbuhan. Misalnya faktor
pertumbuhan saraf mengendalikan pertumbuhan jaringan saraf. Selain itu, banyak
hormon merupakan protein (Santoso, H. 2008)
Protein lengkap yang mengandung semua jenis asam amino
esensial, ditemukan dalam daging, ikan, unggas, keju, telur, susu, produk
sejenis Quark, tumbuhan berbiji, suku polong-polongan, dan kentang. Protein
tidak lengkap ditemukan dalam sayuran, padi-padian, dan polong-polongan
(Sloane, E. 2004).
Asam amino esensial merupakan asam amino yang tidak
dapat disintesi oleh tubuh sehingga harus di masukkan dari luar tubuh manusia,
sedangkan asam amino nonesensial adalah asam amino yang dapat disintesis oleh
tubuh manusia dengan bahan baku asam amino lainnya (Sitompul, 2004).
Kecernaan protein dipengaruhi oleh beberapa faktor
antara lain sumber protein, ukuran partikel, perlakuan sebelum dan setelah
pembuatan pakan, jenis dan ukuran ikan, jumlah konsumsi pakan, suhu, dan
komponen nonprotein dalam pakan (Usman et al, 2003).
Protein berfungsi sebagai zat pembangun
jaringang-jaringan baru, pengatur peroses metabolisme tubuh dan sebagai bahan
bakar apabila keperluan energi tubuh tidak terpenuhi oleh lemak dan karbohidrat
(Winamo, 2001).
Karbohidrat
Karbohidrat diserap oleh jaringan tubuh terutama dalam
bentuk glukosa, yang berfungsi dalam metabolisme yaitu sebagai sumber energi,
sebagai cadangan energi yang ditimbun dalam bentuk glikogen, dan untuk diubah
menjadi trigliserida maupun asam-asam amino non esensial. Umumnya,
ikan menyimpan pati dalam bentuk α-amilase (Buwono, 2000).
Pati
ubi kayu menunjukkan terjadinya hidrolisis dan terdapat butiran-butiran yang
berupa amilum (Diwan, 2012).
Aquades
merupakan pelarut bukan reagen dan memiliki pH netral (Putri, 2012).
Fermentasi
merupakan suatu reaksi oksidasi reduksi di dalam system biologi yang
menghasilkan energi, dimana sebagai donor dan eseptor digunkan senyawa organic
(Ristiati, 2000)
Harga
pH minimum untuk ragi 1,5-2,0 dan pH maksimum adalah 11,0. Hal ini menunjukkan
mikroba pada sel ragi dapat bekerja pada pH basa maupun asam (Suriawiria,
2000).
Aquades
bukanlah polisakarida dan amilum termasuk polisakarida (Sumardjo, 2009).
Reaksi
yang di berikan oleh larutan karbohidrat berupa larutan yang berwarna coklat
(Sumardjo, 2009).
Penyusun karbohidrat adalah C, H, dan O
yang terbentuk dari peristiwa fotosintesis pada tumbuhan. Karbohidrat memiliki
peran sebagai sumber energi utama, setiap 1 gram karbohidrat mengandung 4,1
kalori, membentuk senyawa – senyawa organik seperti lemak dan protein, menjaga
keseimbangan asam basa dalam tubuh. Manusia tidak dapat terlepas dari peranan
karbohidrat dalam melaksanakan aktivitasnya. Berbagai sumber makanan seperti
beras dan jagung merupakan sumber karbohidrat utama. Karbohidrat didalam tubuh
manusia disimpan dalam bentuk glikogen
yang terdapat dalam otot sekitar 245-350 gram, dalam hati sekitar 90-108 gram
dan di darah dalam bentuk glukosa sekitar 17 gram. Kebutuhan karbohidrat pada
setiap manusia tidaklah sama antara seorang pelajar, pekerja ringan, pekerja
berat, dan pemikir. Rata-rata kita hanya membutuhkan 1 gram per berat badan per
hari, artinya bila memiliki berat tubuh 50 kg, maka kebutuhan tubuh kita akan
karbohidrat per hari adalah 50 gram (Wahyu, Iwan. 2006: 144).
Lipida
Lipida
merupakan asam lemak dan biasanya zat tersebut tidak larut dalam air akan
tetapi larut dalam pelarut lemak (Ansell, 2001).
Minyak
sayur (kedelai, jagung, biji bunga matahari dan kanola) mengandung sekitar
87-93% asam lemak tak jenuh yang sangat peka terhadap pemanasan. Proses
menggoreng dengan cara deep frying, selain menyebabkan pembentukan asam lemak
jenuh rantai panjang (LCFA), juga menimbulkan reaksi polimerisasi termal dan
reaksi oksidasi yang membentuk asam lemak trans (Fannema, 2003).
Lemak
dan minyak adalah senyawa lipida yang paling banyak di alam. Perbedaan antara
keduanya adalah perbedaan konsistensi/sifat fisik pada suhu kamar, yaitu lemak
berbentuk padat sedangkan minyak berbentuk cair. Perbedan titik cair dari lemak
disebabkan karena perbedaan jumlah ikatan rangkap, panjang rantai karbon,
bentuk cis atau trans yang terkandung di dalam asam lemak tidak jenuh (Kataren,
S. 2001)
Asam
lemak jenuh (Saturated Fatty Acid/SFA) adalah asam lemak yang tidak memiliki
ikatan rangkap pada atom karbon. Ini berarti asam lemak jenuh tidak peka
terhadap oksidasi dan pembentukan radikal bebas seperti halnya asam lemak tidak
jenuh. Efek dominan dari asam lemak jenuh adalah peningkatan kadar kolesterol
total dan K-LDL (kolesterol LDL) (Muller H. 2003)
Lemak
tidak dapat larut didalam air tetapi larut dalam suatu satu atau lebih dari
pelarut organik misalnya eter, aseton, klorofrom, benzene, yang sering juga
disebut pelarut lemak (Supriyanti, 2009)
Minyak
dan lemak dapat dibedakan berdasarkan titik lelehnya, pada suhu kamar minyak
berwujud cair dan lemak berwujud padat (Santoso, 2008).
Jika
air dan lemak dikocok akan terjadi emulsi yang tidak stabil sehingga akan
kembali pada bentuk semula setelah didiamkan sejenak (Yustus, 2002).
Enzim
Pada
prinsipnya kerja enzim sebagian besar bekerja secara khas, yang artinya setiap
jenis enzim hanya dapat bekerja pada satu macam senyawa atau pada reaksi kimia
yang tertentu saja (Enger, 2000).
Aktifitas
enzim dipengaruhi oleh konsentrasi enzim dan substrat, suhu, pH, serta
inhibitor Dalam penelitian ini digunakan jumlah substrat yang berupa nutrien
dengan jumlah berbeda, oleh karena itu nilai kecernaan yang menurun diduga
disebabkan oleh jumlah nilai kadar nutrien pada komposisi pakan (Fujaya, 2004).
Enzim
papain adalah enzim proteolitik yang terdapat pada getah tanaman papaya (cacica
papaya L). secara umum yang dimaksud dengan papain adalah papain yang
dimurnikan maupun papain yang masih kasar. Semua bagian papaya seperti buah,
daun, tangkai daun, dan batang mengandung enzim papain dalam getahnya, tetapi
bagian yang paling banyak mengandung enzim papain adalah buahnya (Fennema,
2005)
Pada
suhu optimum, tumbukan antara enzim dan substrat sangat efektif, sehingga
pembentukan kompleks enzim-substrat semakin mudah dan produk yang terbentuk
semakin banyak, namun pada suhu yang terlalu tinggi, akan mempercepat kerusakan
pada konformasi gugus aktif enzim (denaturasi enzim) sehingga enzim mengalami
hambatan dalam berinteraksi dengan substrat dan aktivitas katalitik enzim akan
menurun (Kilara, 2007).
Getah
pepaya memiliki rasa pahit yang disebabkan oleh kandungan alkaloid carpain dan
enzim papain (Kalie, 2003).
Keuntungan memproduksi enzim dari mikroba antara lain
biaya produksi lebih rendah dapat diproduksi dalam waktu singkat serta mudah
dikontrol (Stone, 2003).
Pada penambahan getah buah papaya muda dengan krim
santan kelapa jika dicampur antara yang dengan yang lain maka dari warna rasa
dan baunya akan jauh berubah dari awalnya (Wibowo, 2001).
1.1 Tabel Kelarutan Asam Amino
No.
|
Larutan
|
Glisin
|
Lisin
|
1.
|
HCl
|
Larut
|
Larut
|
2.
|
NaOH
|
Larut
|
Larut
|
3.
|
Etanol
|
Tidak Larut
|
Tidak Larut
|
4.
|
Aquades
|
Larut
|
Larut
|
1.4.Tabel Uji Ninhidrin
No.
|
Asam Amino
|
Warna
|
1.
|
Glisin
|
Tidak Ada Perubahan
Warna
|
2.
|
Histidin
|
Tidak Ada Perubahan
Warna
|
3.
|
Arginin
|
Tidak Ada Perubahan
Warna
|
4.
|
Triptophan
|
Tidak Ada Perubahan
Warna
|
5.
|
Tirosin
|
Tidak Ada Perubahan
Warna
|
1.5.Peragian
No.
|
Nama Bahan
|
Hasil
|
1.
|
Ragi
|
Wara Putih Susu, Terdapat Gelembung
|
2.
|
Tanpa Ragi
|
Warna putih jernih, Tidak
terdapat gelembung
|
1.6.Uji Iod
No.
|
Nama Bahan
|
Warna
|
1.
|
Sari Nanas
|
Hijau Muda
|
2.
|
Pati Ubi Kayu
|
Ungu
|
3.
|
Santan Kara
|
Krim
|
4.
|
Sari Ubi Kayu
|
Coklat Kekuningan
|
5.
|
Aquades
|
Kuning Keemasan
|
1.7.Daya Kelarutan Lipida
Asam Lemak
|
Pelarut
|
|||
Air
|
Alkohol
|
Klorofrom
|
Etanol
|
|
Oksalat
|
Larut
|
Larut
|
Tidak Larut
|
Larut
|
Keju
|
Tidak Larut
|
Larut
|
Tidak Larut
|
Tidak Larut
|
Margarin
|
Tidak Larut
|
Tidak Larut
|
Larut
|
Tidak Larut
|
Minyak Zaitun
|
Tidak Larut
|
Tidak Larut
|
Larut
|
Tidak Larut
|
1.8.Emulsi dari Lemak
Lemak
|
HCl Encer
|
Soda
|
Minyak Parafin
|
Tidak Stabil
|
Stabil
|
Minyak Kelapa
|
Tidak Stabil
|
Stabil
|
1.9.Kesukaan Santan Kara
Nama
|
Santan Kara
|
||
Warna
|
Rasa
|
Bau
|
|
Dede Barja S.
|
V
|
v
|
v
|
M. Toriq
|
v
|
v
|
v
|
Rts. Reicca L
|
V
|
v
|
v
|
Totok Eko S.
|
V
|
v
|
v
|
Rts. Nurul Adhani
|
V
|
v
|
v
|
1.10.
Kesukaan Getah Pepaya
Nama
|
Getah Pepaya
|
||
Warna
|
Rasa
|
Bau
|
|
Dede Barja S.
|
V
|
x
|
v
|
M. Toriq
|
X
|
X
|
X
|
Rts. Reicca L
|
X
|
X
|
x
|
Totok Eko S.
|
V
|
X
|
v
|
Rts. Nurul Adhani
|
V
|
X
|
V
|
1.11.
Kesusahan Satan Kara+
Getah Pepaya
Nama
|
Santan Kara + Getah Pepaya
|
||
Warna
|
Rasa
|
Bau
|
|
Dede Barja S.
|
V
|
x
|
X
|
M. Toriq
|
X
|
X
|
X
|
Rts. Reicca L
|
X
|
X
|
X
|
Totok Eko S.
|
X
|
X
|
v
|
Rts. Nurul Adhani
|
X
|
v
|
V
|
DAFTAR PUSTAKA
Sloane,
E. 2004. Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula. Penerbit Buku Kedokteran EGC:
Jakarta.
Santoso,
H. 2008. Analisa Bahan Makanan dan Pertanian. Penerbit
Liberty: Yogyakarta.
Usman,
N.N. Palinggi, dan N. A. Giri. 2003. Pemanfaatan beberapa jenis karbohidart
bagi pertumbuhan dan efisiensi pakan yuwana ikan kerapu bebek (Cromileptes
altivelis). J.
Penelitian Perikanan Indonesia, 9(2):21-28.
Winamo
. 2001. Kebutuhan asam amino esensial dalam ransum ikan. Kanisius. Yogyakarta.
56hlm.
Gusrina.
2008. Kebutuhan protein dan asam amino pada ikan Teleostei. Fakultas Perikanan Universitas
Brawijaya. Malang. 60hlm.
Sitompul
S.2004. Analisi asam amino tepung ikan dan bungkil kedelai.Buletin Teknik
Pertanian.9 (1) : 33-37.
Linder
Me.2000.Biokimia nutrisi dan metabolism dengan pemakaian secara kimia. Amindin
D. penerjemah.Jakarta.UI press.
Edison
T.2009.Amno acid : esensial for our bodies.
Buwono,
I.D. 2000. Kebutuhan asam amino esensial dalam ransum ikan. Kanisius.
Yogyakarta. 56hlm.
Wahyu, Iwan. 2006. Biologi
untuk SMA/MA Kelas XI. Bogor: CV Regina
Suriwira, U. 2000. Pengantar Mikrobiologi Umum. Bandung
: Angkasa
Ristiati, N.2000.Pengantar Mikro Biologi Umum
Dapertemen Pendidikan Nasional Jakarta.
Sumardjo,
S.2009.Analisis bahan pakan dan pertanian.Liberty Yogyakarta.
Diwan,2012.
Percobaan Iod. SCRIBD.BIOKIMIA.ITB:Bandung
Putri,
Beta Alfisyahri.2012.Karbohidrat.SCRIBD.Karbohidrat.UTB:Bandung.
Ketaren
S. Pengantar teknologi minyak dan lemak pangan. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia; 2001.Fennema
OR. Food chemistry.
Fennema
OR. 2003.Food chemistry. 3 ed. USA: Marcel Dekker. Inc; .p.9- 22
Ansell.2001.Langkah
Pertama Dalam Kimia. Erlangga. Jakarta.
Supriyanti,
F.M. Titin.2009. Dasar-dasar Biokimia.Jakarta:Penerbit Universitas Indonesia
(UI-Press)
Santoso,
Anwar.2008.Rumus Lengkap Kimia SMA.Jakarta:PT Wahya Media
Yuntus.2001.Pengantar
Praktikan Kimia Organik. Dekbut Dirjen Pendidikan Tinggi:Yogyakarta.
Muller
H. 2003. The serum LDL/HDL cholesterol ratio is influenced more favorably by
exchanging saturated with unsaturated fat than by reducing saturated fat in the
diet of women. J Nutr.
Fujaya,
Y. 2004. Fisiologi ikan dasar pengembangan teknik perikanan. Cetakan pertama. Rineka Putra.
Jakarta. 165hlm.
Engger.2000.
Feed manufacturing and use. Takeda Chemical Industries, Ltd. Japan. 48p
Faneema,
2005. Enzim Pangan. Gramedia.
Jakarta.
Kalie.2003.
Industrial Enzymology. The Application of Enzymes in Industry. Stocon Press,
New York.
Wibowo
.2001. Pengantar Teknologi Pangan, P.T. Gramedia, Jakarta.
Stone.2003.
Enzim dan Bioteknologi. PAU Bioteknologi IPB. Bogor.
Kilara.2007.
Denaturation. Di dalam: Nakai, S., Modle H. W. Editor. Food Proteins. VCH. USA.
13.
Comments
Post a Comment